“Mengingat tekanan inflasi sebagian besar masih didorong oleh sisi penawaran dan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin memberikan dukungan yang semakin berkurang terhadap rupiah sekaligus membebani aktivitas domestik, kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur mendatang,” kata Jahen dalam Seri Analisis Makroekonomi, Selasa (21/7/2026).
Meskipun inflasi tahunan per Juni 2026 bergerak naik ke level 3,34 persen dari bulan sebelumnya sebesar 3,08 persen, kenaikan tersebut utamanya dipicu oleh penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dan tarif angkutan udara, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat secara meluas.
Di saat yang sama, kinerja sektor eksternal mengalami tekanan yang ditandai oleh defisit neraca perdagangan sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026.
Dari sisi lalu lintas modal, aliran masuk modal asing bersih mencatatkan nilai sebesar USD0,70 miliar pada periode pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2026.
Namun, LPEM UI menilai masuknya arus modal di pasar obligasi tersebut belum mampu membendung depresiasi rupiah yang melemah 2,09 persen secara bulanan ke level Rp18.060 per dolar AS atau terdepresiasi 7,29 persen secara year to date (ytd).