Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana Sebelum Mulai Berinvestasi

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2026 |18:30 WIB
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana Sebelum Mulai Berinvestasi
MotionTrade (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena mudah diakses, bisa dimulai dengan modal awal terjangkau, dan dikelola oleh Manajer Investasi profesional. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.

Dengan memahami risiko, investor dapat memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi. MotionTrade telah merangkum 5 (lima) risiko investasi reksa dana yang perlu diketahui investor, yaitu:

1. Risiko Pasar

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar. Misalnya, reksa dana saham dipengaruhi oleh pergerakan harga saham, sedangkan reksa dana pendapatan tetap dipengaruhi oleh pergerakan harga obligasi dan tingkat suku bunga. Karena itu, nilai investasi yang dimiliki investor juga dapat mengalami penurunan.

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas terjadi ketika Manajer Investasi menghadapi banyak permintaan pencairan dana (redemption) dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pencairan investasi meskipun umumnya tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

3. Risiko Kredit

Pada reksa dana yang berinvestasi di obligasi atau instrumen utang, terdapat kemungkinan pihak penerbit surat utang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya. Risiko ini dapat memengaruhi kinerja portofolio reksa dana meskipun Manajer Investasi biasanya melakukan seleksi dan diversifikasi untuk meminimalkan potensi tersebut.

4. Risiko Suku Bunga

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi nilai investasi reksa dana, terutama reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada obligasi. Ketika suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun karena investor lebih memilih instrumen baru dengan imbal hasil lebih tinggi. Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga obligasi berpotensi meningkat.

5. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi

Faktor ekonomi seperti inflasi, perubahan suku bunga, nilai tukar, hingga kondisi geopolitik dapat memengaruhi kinerja pasar keuangan. Dampaknya, nilai investasi reksa dana juga dapat mengalami fluktuasi.

Untuk mempermudah proses investasi reksa dana, Anda dapat memanfaatkan fitur Auto Invest di aplikasi MotionTrade. Fitur ini secara otomatis menginvestasikan dana mengendap di Rekening Dana Nasabah (RDN) ke Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) pilihan nasabah. Investasi reksa dana menjadi lebih mudah dan praktis dengan fitur Auto Invest di MotionTrade! 

Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan segera mengunduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade MNC Sekuritas, Invest with The Best!

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement