"Namun, apabila level tersebut ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, maka peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka," katanya.
Di sisi lain, ia melihat masih terdapat faktor positif yang dapat membatasi pelemahan pasar. Harga minyak mentah Brent yang turun sekitar 4,5 persen ke kisaran USD87 per barel dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi risiko kenaikan biaya energi, termasuk bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, Hendra memperkirakan tekanan terhadap IHSG tidak akan terlalu dalam selama level support 6.060 tetap mampu dipertahankan dan transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berjalan lancar tanpa mengubah arah kebijakan moneter secara signifikan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.