Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Efek Domino Usai Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI?

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |13:02 WIB
Apa Efek Domino Usai Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI?
Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan memicu gelombang dampak turunan bagi perekonomian nasional. (Foto :Okezone.com/Lemhanas)
A
A
A

Sejalan dengan itu, kenaikan biaya operasional industri tak terhindarkan mengingat porsi terbesar impor nasional didominasi oleh pasokan bahan baku pabrik. Tekanan biaya produksi tersebut pada akhirnya akan ditransmisikan kepada konsumen melalui lonjakan harga barang kebutuhan harian.

"Pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat memperbesar inflasi barang impor dan mengurangi efektivitas kebijakan pengendalian harga pangan maupun energi," jelas Achmad.

Selain nilai tukar, Achmad menerangkan bahwa transmisi dampak juga bergerak melalui jalur suku bunga. Sebelum pengunduran diri Perry, BI telah menaikkan BI-Rate dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen dalam kurun waktu dua bulan. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21–22 Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen.

Pengetatan suku bunga ini dinilai Achmad berpotensi mengerek suku bunga kredit modal kerja, investasi, kendaraan, hingga konsumsi. Akibatnya, UMKM mengalami penurunan kemampuan dalam membeli bahan baku, menambah mesin, atau merekrut tenaga kerja, sementara industri padat karya bermargin tipis berisiko menunda ekspansi hingga melakukan efisiensi pekerja.

Transmisi risiko dari pasar keuangan juga merembet ke sektor perbankan melalui potensi kenaikan suku bunga kredit. Tingginya beban pembiayaan tersebut mengancam daya tahan pelaku usaha mikro serta laju penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement