Keberadaan SRT 4 Kabupaten Bandung diharapkan mampu menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Melalui fasilitas pendidikan yang lengkap dan sistem pembelajaran berasrama, sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan daya saing generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.
Dudung bersama jajaran Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur pendukung telah siap difungsikan. Bangunan sekolah di setiap jenjang, asrama siswa, rusun tenaga pendidik, hingga fasilitas penunjang seperti ruang makan, kantin, tempat ibadah, dan gedung serba guna disiapkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman dan nyaman.
Suasana hangat penuh semangat mewarnai setiap sudut kawasan pendidikan terpadu ini. Dari total 560 siswa yang terdaftar, jenjang Sekolah Dasar (SD) menampung sebanyak 56 murid, sementara jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diisi oleh 229 siswa. Sementara itu, antusiasme tinggi terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menyambut kedatangan 275 siswa.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana, mengatakan bahwa penyelesaian pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung ini merupakan bentuk kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pendidikan.
"Kami bersyukur pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberikan manfaat nyata. Sekolah ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga mampu membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujar Dian.
SRT 4 Kabupaten Bandung mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu dengan sistem asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Kompleks tersebut terdiri atas gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket. Keseluruhan fasilitas dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang komprehensif sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Dian, pembangunan infrastruktur pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerataan kesempatan belajar di berbagai daerah. Karena itu, Brantas Abipraya terus berkomitmen menghadirkan hasil pembangunan yang tidak hanya memenuhi aspek kualitas konstruksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kami ingin turut menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, memperluas akses pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," tutup Dian
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.