Wiwi menyebutkan, Nilai Kontrak Baru (NKB) yang terkumpul sampai Juni 2026 menembus Rp5,1 triliun. Perolehan itu didominasi oleh pekerjaan konektivitas sebanyak 45,6 persen, lalu disusul infrastruktur air sebesar 21,7 persen.
"Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka," tutur dia.
Ke depannya, lanjut Wiwi, Waskita Karya tetap fokus pada pemulihan kegiatan operasional inti dengan kembali ke core business sebagai kontraktor murni. Perseroan pun terus berkomunikasi dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pengelola investasi negara.
"Kehadiran Danantara memberikan perspektif baru bagi pemulihan dan pertumbuhan Waskita. Di antaranya melalui optimalisasi aset tol serta mendukung peta jalan konsolidasi BUMN Konstruksi," katanya.
Wiwi menegaskan, Waskita Karya optimistis seluruh langkah strategis yang dilakukan dapat memperkuat kinerja berkelanjutan dan daya saing perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat berperan lebih besar terhadap perekonomian nasional.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.