Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Kesehatan Naik, Inflasi Medis RI Tertinggi 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |18:08 WIB
Biaya Kesehatan Naik, Inflasi Medis RI Tertinggi 
Biaya Kesehatan Naik, Inflasi Medis RI Tertinggi (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA -  Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8% pada 2026. Demikian menurut Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 yang diterbitkan pada bulan November 2025.

Angka inflasi ini jauh di atas rata-rata negara-negara Asia yang berada di kisaran 11%-12%, bahkan 7 kali lebih tinggi daripada inflasi umum di Indonesia. 

Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga obat-obatan, pemanfaatan teknologi medis, serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dan alat kesehatan impor yang juga terdampak dari nilai tukar yang fluktuatif.

Sebagai contoh, di jaringan rumah sakit rekanan PRUPriority Hospitals misalnya, rata-rata biaya operasi usus buntu meningkat dari sekitar Rp55 juta pada 2023 menjadi Rp69 juta pada 2025, menggambarkan bagaimana biaya pengobatan terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan, penting bagi perusahaan untuk terus memahami kebutuhan nasabah dan menghadirkan perlindungan yang relevan dengan perjalanan hidup mereka. 

“Kenaikan biaya kesehatan yang terus melampaui inflasi umum menjadi pengingat bahwa kesehatan dan ketahanan finansial kini semakin tidak terpisahkan," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, pengalaman nasabah tidak hanya ditentukan ketika mereka membutuhkan layanan atau mengajukan klaim, tetapi juga dari bagaimana perusahaan hadir untuk membantu nasabah mempersiapkan diri sebelum risiko terjadi melalui upaya-upaya preventif yang kita lakukan bersama.

"Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan, yang tidak hanya hadir ketika terjadi risiko, tetapi juga mendorong perilaku hidup sehat sehari-hari," katanya.

Pihaknya percaya bahwa masa depan perlindungan kesehatan bukan hanya tentang membayar klaim, tetapi membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian di masa depan. 

"Semangat ini sejalan dengan komitmen untuk mewujudkan janji, jadi nyata bagi setiap nasabah, melalui perlindungan yang relevan, layanan yang mudah diakses, serta dukungan yang membantu mereka menjaga kesehatan dan mencapai masa depan yang lebih baik," ujar Yosie.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement