Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatat inflasi mendekati 0 persen.
Secara sebaran geografis bulanan, sebanyak 36 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sementara dua provinsi lainnya mencatat deflasi.
Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,53 persen, sedangkan deflasi terdalam berada di Nusa Tenggara Timur, yakni sebesar 0,35 persen.
Secara tahunan, inflasi September 2026 yang sebesar 3,28 persen tercatat lebih tinggi dibandingkan posisi September 2025 yang berada di level 2,65 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi tahunan ini berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,28 persen, kelompok transportasi dengan andil 0,58 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,53 persen.