Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

29 Aksi Korporasi Masuk Pipeline, Nilainya Rp26,47 Triliun

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |08:11 WIB
29 Aksi Korporasi Masuk Pipeline, Nilainya Rp26,47 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 29 rencana penawaran umum dalam pipeline. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

"Meskipun IHSG terkoreksi ke level 6.071,14 dan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp10,24 triliun, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable," jelas Friderica.

Tekanan global menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 6,96 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan merosot 29,79 persen secara ytd. Aksi jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp10,24 triliun, berbalik dari posisi Agustus 2026 yang mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,19 triliun.

Sementara itu, rata-rata bid-ask spread saham relatif stabil di level 1,20 persen dibandingkan 1,17 persen pada bulan sebelumnya. Namun, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) turun menjadi Rp14,94 triliun dari Rp15,86 triliun pada Agustus 2026.

Dinamika serupa terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun tipis 0,23 persen secara mtm dan 0,41 persen secara ytd menjadi 439,05.

Rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) naik 14,12 basis poin secara mtm seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell di pasar SBN sebesar Rp0,34 triliun secara mtm, dibandingkan net buy Rp15,35 triliun pada Agustus 2026.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement