Sebagai contoh, produk pangan yang akan diekspor ke China harus memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC). Sementara itu, produk yang masuk ke pasar Amerika Serikat harus memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).
2. Pastikan Pasokan Konsisten
Kedua, UMKM harus mampu menjamin keandalan pasokan. Hal tersebut mencakup ketersediaan stok, penerapan standar operasional perusahaan (SOP), serta konsistensi kualitas produk.
Dede mengingatkan pelaku UMKM yang mengikuti pameran internasional atau business matching untuk memastikan kemampuan memenuhi permintaan dalam jangka panjang.
Menurut dia, keberhasilan mengikuti pameran internasional tidak hanya diukur dari penjualan produk saat acara berlangsung, tetapi juga dari kemampuan mendapatkan buyer yang berkelanjutan.
"Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap segala macamnya," tegas Dede.
3. Pahami Skema Perdagangan B2B
Ketiga, pelaku UMKM perlu memahami skema perdagangan, khususnya dalam transaksi B2B.