Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBN Tekor Rp319 Triliun per September 2026, Ini Penjelasan Suahasil

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |21:01 WIB
APBN Tekor Rp319 Triliun per September 2026, Ini Penjelasan Suahasil
Menkeu Suahasil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp319,0 triliun atau setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga penutupan September 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa posisi defisit anggaran tersebut telah sesuai dengan rancangan awal guna menopang ekspansi belanja negara bagi masyarakat.

“Defisit APBN di angka Rp319,0 triliun dan defisit 1,24 persen PDB dan memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Suahasil menjelaskan bahwa skema defisit dirancang agar kapasitas belanja pemerintah dapat teralokasi melebihi jumlah penerimaan yang dihimpun dari masyarakat.

“Artinya kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat pendapatan negara. APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel. Angka-angkanya kita jaga, sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN yang mengumpulkan uang dari rakyat, namun juga belanjanya kembali lagi kepada masyarakat Indonesia,” paparnya.

Secara keseluruhan, Suahasil menilai kinerja pelaksanaan APBN hingga akhir kuartal ketiga tahun berjalan tergolong solid.

“Karena itu, saya dapat menyampaikan pada kesempatan sore hari ini bahwa sampai dengan akhir September, beberapa hari yang lalu, kinerja anggaran kita cukup baik,” ungkap Suahasil.

Hingga akhir September 2026, realisasi Pendapatan Negara berhasil terakumulasi sebesar Rp2.341,5 triliun, atau telah mencakupi 74,5 persen dari target fiskal yang ditetapkan.

 

“Ini biasanya kami laporkan secara detail setiap bulan, ini nanti angka ini akan kami laporkan secara detail besok pagi lewat press conference APBN Kinerja dan Fakta. Tetapi karena angka akhir September memang sudah ada, saya sampaikan Rp2.341,5 triliun, 74,5 persen dari target,” ujar Suahasil.

Suahasil menekankan bahwa pencapaian penerimaan hingga sembilan bulan pertama ini berada dalam jalur yang tepat (on track).

“Ibu bapak sekalian, akhir September itu adalah tiga perempat tahun. Jadi, kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, artinya on track,” tegasnya.

Sementara itu dari sisi pos penyerapan, Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp2.660,5 triliun atau setara 69 persen dari alokasi pagu anggaran. Kemenkeu memproyeksikan laju penyerapan belanja bakal semakin terakselerasi memasuki kuartal terakhir tahun anggaran.

“Belanja negara sudah dibelanjakan Rp2.660,5 triliun, ini adalah 69 persen. Relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember. Tetapi tiga perempat tahun belanja hampir 70 persen, ini artinya juga oke, on track,” ujar Suahasil.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement