Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Bahlil saat Lobi Minyak dengan Afrika: Kita Ini Saudara, Warna Kulit Sama

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |14:06 WIB
Cerita Bahlil saat Lobi Minyak dengan Afrika: Kita Ini Saudara, Warna Kulit Sama
Cerita Bahlil saat Lobi Minyak dengan Afrika: Kita Ini Saudara, Warna Kulit Sama (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membagikan cerita saat melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dengan negara Afrika.

Bahlil menyebut di tengah terjadinya konflik geopolitik di Timur Tengah pasokan minyak mentah ke Indonesia mengalami gangguan. Sebab sekitar 23-25 persen pasokan minyak mentah Indonesia didatangkan dari negara-negara di kawasan tersebut yang melewati selat Hormuz. Sehingga pemerintah perlu mencari pasar impor baru untuk memenuhi permintaan minyak dalam negeri, salah satunya Afrika.

"Lobi minyak di Afrika, untung aja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya. Jadi pada saat saya lobi dengan mereka, saya bilang, "Kita ini saudara," gitu kan," kata Bahlil dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Bahlil menilai hasil lobi-lobi dengan cara tersebut membuahkan hasil ketika pemerintah mendapatkan sumber impor minyak dari Afrika. Namun ia tidak menjelaskan secara spesifik berapa volume minyak yang berhasil dibawa ke Indonesia.

"Coba kalau yang gagah-gagah yang putih-putih lobi sama Afrika, belum bicara aja dibilang, "Ah, kau beda sama kita." Jadi ada benarnya juga kita hitam-hitam ini jadi Menteri Energi itu dalam kondisi kayak begini. Hitam tapi paten. Ini nggak lembe barang ini," tambahnya.

Dia menjelaskan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi atau lifting minyak domestik berada di kisaran 600.000 barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih membutuhkan impor sekitar 1 juta barel minyak per hari.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement