Billy menegaskan, penguatan tata kelola perusahaan perlu berorientasi pada perlindungan dana peserta dan keberlanjutan pembayaran manfaat pensiun. Pengawasan, kata dia, tidak cukup hanya memastikan kepatuhan terhadap ketentuan administratif, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi dan mencegah risiko sebelum menimbulkan dampak terhadap perusahaan maupun peserta.
Selain itu, transparansi pengelolaan investasi, penguatan sistem antisuap, dan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan dinilai dapat mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih akuntabel.
Billy mengatakan seluruh upaya penguatan tata kelola tersebut pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi peserta TASPEN, terutama dalam menjaga keamanan dana, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan pemenuhan hak peserta secara tepat waktu dan berkelanjutan.
“Pada akhirnya, tata kelola perusahaan bukan hanya tentang skor penilaian, sertifikasi internasional, atau penghargaan yang kita terima. Ukuran yang paling penting adalah seberapa besar sistem tersebut mampu menjaga keamanan dana dan kepercayaan para pensiunan yang telah mengabdikan hidupnya kepada negara,” kata Billy.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.