Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |16:10 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Kenaikan harga bensin, solar, dan pangan mendorong inflasi utama, semenatar CPI inti naik akibat peningkatan biaya tempat tinggal, sewa setara pemilik (owner-equivalent rent), rekreasi, dan pendidikan, serta lonjakan harga mobil dan truk bekas.

Fokus pasar hari ini adalah rilis Indeks Harga Produsen (PPI), data Penjualan Ritel, klaim awal tunjangan pengangguran, serta sejumlah pidato lanjutan dari pejabat The Fed.

Dari sentimen dalam negeri, pasar saham indonesia menghadapi tekanan menjelang evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026. Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen pada akhir September, sementara investor mencermati risiko penurunan klasifikasi pasar, kelanjutan pembekuan saham, dan perkembangan reformasi pasar modal. Keputusan ini akan bergantung pada bukti bahwa reformasi pasar modal Indonesia berjalan efektif.

Selain itu, implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai belum memberikan hasil yang memuaskan. Di sisi lain, biaya dan risikonya justru dikhawatirkan semakin mengancam keuangan negara.

Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pengelola MBG maupun pihak terkait lain, tidak mempublikasikan data kepada publik mengenai dampak MBG terhadap penurunan stunting, sebagaimana tujuan utamanya.

Alih-alih membuktikan melalui penelitian sendiri, pemerintah memilih meminjam penelitian-penelitian lain untuk meyakinkan bahwa skema memberikan makan gratis mampu menurunkan angka stunting. Pemerintah mungkin kesulitan melakukan evaluasi terhadap gizi anak-anak yang mengonsumsi MBG. Namun, saat bersamaan, terdapat biaya dan risiko yang harus dibayar mahal.

Hal ini tercermin dari nominal anggaran yang terus berubah-ubah. Dia merinci, mulanya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, program MBG sempat disebut mendapatkan anggaran Rp335 triliun, dengan Rp268 triliun untuk BGN dan Rp67 triliun untuk cadangan.

Lantaran fiskal tidak mumpuni, akhirnya nominal anggaran diturunkan menjadi Rp248 triliun, lalu kembali diperkecil menjadi Rp218 triliun.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.930-Rp17.990 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement