Pengembangan bioetanol berbasis jagung, singkong, dan tebu diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor BBM sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Di tingkat daerah, strategi tersebut membuka peluang untuk mengembangkan kawasan industri berbasis pertanian, memanfaatkan lahan yang belum produktif, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Meski demikian, realisasi pengembangan bioetanol akan bergantung pada kesiapan lahan, ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, kapasitas industri pengolahan, serta pelaksanaan kebijakan mandatori yang disiapkan pemerintah.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.