Sementara itu, laba bersih agregat meningkat Rp0,56 triliun atau sekitar 0,16 persen, dari Rp340,62 triliun menjadi Rp341,18 triliun. Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat bertambah Rp545,19 triliun atau sekitar 2,53 persen, dari Rp21.583,59 triliun menjadi Rp22.128,77 triliun. Adapun ekuitas agregat meningkat Rp59,69 triliun atau sekitar 0,84 persen, dari Rp7.136,34 triliun menjadi Rp7.196,02 triliun.
Dradjad berharap investor dalam negeri mampu melakukan perhitungan sendiri dalam berinvestasi di pasar modal. Sebab IHSG yang anjlok hingga 11,5 persen pada hari ini disebabkan oleh aksi penjualan masal dari investor yang terseret sentimen MSCI.
"Jadi yang terjadi sekarang ini karena investor domestik terlalu gampang panik karena mungkin belum pede untuk berhitung sendiri," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.