Pada hari Senin, pasukan Houthi menyatakan telah menyerang stasiun pompa di jalur pipa minyak mentah Timur-Barat milik Arab Saudi serta bandara Riyadh, meskipun Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung atas klaim tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, kerajaan tersebut melaporkan telah berhasil mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak (drone).
Pasar juga menantikan konferensi pers dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang mungkin akan memberikan sinyal mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya, meskipun kemungkinan ia tidak akan memberikan panduan resmi.
Selain itu, pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed pada hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga. Di samping itu, para investor juga bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada 3 November nanti.
Dari sentimen dalam negeri, pemerintah memastikan bahwa pasokan bahan bakar tetap memadai; stok bahan bakar bersubsidi cukup untuk kebutuhan 16–18 hari, sementara persediaan jenis bahan bakar lainnya berada di atas ketentuan minimum. Pernyataan pemerintah mengenai kecukupan stok BBM memberikan indikasi bahwa risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek dapat dikelola. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak otomatis menjamin bahwa APBN terbebas dari tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia.
Kebijakan yang perlu diperhatikan mencakup pengelolaan cadangan energi, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, pengendalian konsumsi energi, serta pengelolaan risiko harga minyak dan nilai tukar.
Efektivitas kebijakan tersebut perlu dinilai berdasarkan data aktual mengenai harga minyak, realisasi subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi fiskal pemerintah. Intinya, kecukupan stok BBM berkaitan dengan ketahanan pasokan, sedangkan keberlanjutan subsidi berkaitan dengan kemampuan fiskal negara. Keduanya saling berhubungan, tetapi tidak dapat disamakan.
Selain itu, kekhawatiran inflasi di tengah tingginya harga pangan merupakan persoalan ekonomi yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi.
Secara ekonomi, kenaikan harga pangan dapat mendorong inflasi dari sisi penawaran (cost-push inflation), khususnya apabila kenaikan tersebut disebabkan oleh gangguan produksi, perubahan cuaca, distribusi yang tidak lancar, atau meningkatnya biaya transportasi dan pupuk.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.150-Rp18.200 per dolar AS.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.