"Meskipun kita mengurangi sedikit, tetapi kita ekspor tetap konsisten banyak ke Singapura. Mudah-mudahan besok akan ditandatangani PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) tersebut," kata Djoko.
Selain dikirim ke Singapura, Djoko menambahkan produksi LNG dari proyek Abadi Blok Masela itu juga akan disalurkan kepada PT Pupuk Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Persetujuan alokasi gas tersebut telah ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari upaya memastikan pemanfaatan produksi gas Masela bagi kebutuhan energi dan industri dalam negeri.
"Alhamdulillah, kemarin Bapak Menteri telah menandatangani persetujuan alokasi gas domestik, baik itu berupa gas pipa untuk Pupuk Indonesia, untuk PLN LNG, dan PGN berupa LNG juga," tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Djoko sebelumnya menyebut bahwa Indonesia telah memangkas ekspor gas ke Singapura. Langkah ini dilakukan menindaklanjuti arahan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia untuk tidak segan mengurangi pengiriman gas ke negara yang kurang menghargai Indonesia.
Djoko mengatakan jumlah ekspor gas yang dikurangi itu totalnya mencapai sekitar 31 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day) yang bersumber dari dua pipa bawah laut di Natuna dan Sumatera. Sementara itu, kontrak ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura diketahui akan berakhir secara bertahap pada 2028 mendatang.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.