Advertisement
Advertisement

IHSG Dibayangi Tren Pelemahan, Cek Rekomendasi Saham Pilihan

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |08:06 WIB
IHSG Dibayangi Tren Pelemahan, Cek Rekomendasi Saham Pilihan
IHSG Dibayangi Tren Pelemahan, Cek Rekomendasi Saham Pilihan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi tekanan pelemahan menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026 yang dijadwalkan pada 11 November 2026 dan berlaku efektif 1 Desember 2026. 

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menyoroti soal aksi jual bersih pemodal asing yang terus berlanjut di pasar reguler mengindikasikan bahwa koreksi indeks bukan lagi sekadar dinamika teknikal sesaat, melainkan cerminan kekhawatiran pemodal global terhadap aspek tata kelola dan kepastian regulasi di pasar modal domestik.

"Tekanan terhadap IHSG menjelang pengumuman evaluasi MSCI November masih cukup besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing kembali mencatatkan net sell Rp176 miliar, sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp126 triliun," ujar Hendra dalam analisisnya, dikutip Selasa (3/11/2026). 

Menurut Hendra, besarnya arus keluar dana asing menunjukkan bahwa pelemahan pasar mencerminkan krisis kepercayaan pemodal terhadap transparansi, tata kelola, dan kepastian regulasi pasar modal Indonesia. Selama persoalan struktural tersebut belum diselesaikan secara meyakinkan, investor global cenderung terus memangkas eksposur kepemilikan pada aset-aset berisiko di dalam negeri.

Secara teknikal, indikator grafik perdagangan mengonfirmasi bahwa posisi indeks komposit kini terancam terperosok menguji batas bawah baru jika sentimen peninjauan indeks MSCI berakhir lebih buruk dari estimasi pasar.

"IHSG masih berada dalam tren bearish dengan kecenderungan melemah menuju area 4.980. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi ke support berikutnya di kisaran 4.907," jelas Hendra.

Hendra menilai skenario penurunan lebih dalam menuju level 4.000 memang tidak dapat sepenuhnya diabaikan, kendati jalur pelemahan ekstrem itu membutuhkan akumulasi sentimen negatif tambahan, seperti putusan MSCI yang merugikan bobot Indonesia, pelarian modal asing yang semakin deras, pelemahan nilai tukar rupiah, serta kian anjloknya kepercayaan pasar. 

Oleh karena itu, pengumuman MSCI pada 11 November mendatang menjadi katalis penentu arah bursa, di mana IHSG tetap menyimpan peluang berbalik menguat apabila hasil evaluasi ternyata lebih moderat dari perkiraan dan diimbangi oleh upaya pembenahan transparansi dari regulator.

Penurunan indeks secara langsung memangkas nilai kapitalisasi pasar emiten, terutama pada kelompok saham konglomerasi dan sektor-sektor yang memiliki porsi kepemilikan publik terbatas.

"Tekanan berpotensi terkonsentrasi pada saham konglomerasi, energi dan pertambangan, infrastruktur, teknologi, serta properti, terutama yang memiliki free float rendah atau menjadi perhatian terkait transparansi kepemilikan dan pembentukan harga," tutur Hendra.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement