Ini Alasan IHSG Bisa Tembus 10.000, Tak Lagi Mengekor Asing

Anggie Ariesta, Jurnalis
Sabtu 24 Januari 2026 13:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru dengan menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini. Pasalnya, struktur pasar saham dalam negeri telah mengalami transformasi signifikan.

Jika sebelumnya pergerakan indeks sangat bergantung pada aliran dana investor asing, saat ini kekuatan investor domestik terbukti mampu menjaga stabilitas pasar.

"Ya, arah indeks kita masih cukup yakin level 10 ribu bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut. Kemudian pasar saham kita itu berubah ya. Dulunya kita sangat mengekor asing. Tahun lalu itu kita lihat asing rajin sekali jualan di pasar kita, tapi buktinya IHSG kita tidak rontok sama sekali," ungkap praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, Sabtu (24/1/2026).

Ketahanan IHSG menghadapi aksi jual asing di masa lalu menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap sentimen global mulai berkurang. Hans menegaskan, kemandirian pasar ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan jangka panjang.

"Jadi ini bisa kita lihat bahwa pasar kita ini tidak lagi sangat tergantung pada asing. Kita bergerak independen terhadap asing, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa pasar kita sangat terpengaruh oleh asing," tambahnya.

Untuk mencapai target level 10.000, Hans Kwee menyoroti sejumlah sektor dan emiten pilihan yang diprediksi akan menjadi motor penggerak indeks.

Sektor perbankan berkapitalisasi besar (big caps) dan konsumsi dinilai masih sangat menarik, didampingi oleh sektor komoditas yang menunjukkan potensi kebangkitan.

Hans Kwee merekomendasikan saham big caps seperti BBCA, ASII, dan TLKM. Untuk sektor konsumsi, ia menyebut CMRY, MYOR, MAPI, ICBP, dan AMRT.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya