LNG Global Meroket, RI Hadapi Dilema Pasokan dan Harga Energi

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2026 12:38 WIB
Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga energi. (Foto; Okezone.com/Freepik)
Share :

Meski begitu, Josua yang merupakan Kepala Ekonom Bank Permata menjelaskan situasi tersebut perlu dilihat secara utuh. Dampak geopolitik global telah menciptakan kondisi di mana hampir seluruh negara menghadapi tekanan kenaikan biaya energi dan kompetisi pengamanan pasokan energi dunia.

Situasi tersebut juga terjadi di berbagai negara Asia yang kini semakin aktif mengamankan LNG untuk menjaga kebutuhan energi domestik dan keberlangsungan industrinya. Mengacu data PetroVietnam dan IEEFA 2026, harga gas di Vietnam yang kini semakin bergantung pada LNG telah mencapai sekitar USD27,81 per MMBtu. Di Filipina, berdasarkan data S&P Global dan Shell FGEN 2026, harga LNG juga telah mencapai sekitar USD28,50 per MMBtu.

Sementara itu, Singapura sebagai hub LNG regional mencatat harga yang lebih tinggi, yakni sekitar USD40,12 per MMBtu untuk sektor bulk industri dan sekitar USD47,54 per MMBtu untuk sektor ritel umum.

“Situasi pilihan sulit seperti di Filipina dan Vietnam juga mulai relevan bagi Indonesia, terutama untuk pasokan yang berbasis LNG yang tidak mendapatkan subsidi langsung. Di satu sisi, menjaga harga gas terlalu rendah membantu industri bertahan dan menjaga daya beli. Namun di sisi lain, jika harga jual dipaksa terlalu rendah, penyedia energi menanggung kerugian, pasokan berisiko terganggu, dan investasi energi menjadi kurang menarik,” jelas Josua.

Di Indonesia sendiri, harga LNG domestik setelah penyesuaian diperkirakan berada pada kisaran USD21–USD25 per MMBtu, sehingga relatif masih lebih kompetitif dibandingkan sejumlah negara regional maupun energi alternatif tertentu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya