JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemetaan komprehensif sumber daya manusia, teknik dan profesi.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan agenda reindustrialisasi memiliki dukungan tenaga kerja yang mumpuni demi mewujudkan target Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa kesiapan tenaga kerja adalah kunci mutlak. Ia menekankan perlunya keselarasan antara kebutuhan industri dan kualitas SDM agar tidak terjadi ketimpangan.
"Reindustrialisasi Indonesia bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan sebuah kebutuhan strategis. Kita perlu meningkatkan kembali kontribusi sektor manufaktur untuk membangun ketahanan ekonomi yang lebih kokoh," ujar Shinta di kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Shinta, langkah atau pemetaan SDM begitu mendesak karena Indonesia saat ini tengah menggenjot berbagai sektor strategis, mulai dari hilirisasi mineral, industri kendaraan listrik, hingga ekonomi digital.
Setiap sektor tersebut menuntut kompetensi yang spesifik sehingga pendekatan pengembangan SDM tidak bisa lagi dilakukan secara seragam.
Shinta menyoroti pentingnya langkah ini untuk menjawab tantangan strategis di masa mendatang. Menurutnya, pemetaan tersebut bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk mengantisipasi dinamika pasar tenaga kerja.