Dari mancanegara, perhatian pasar tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat sebagai petunjuk krusial menjelang Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC Meeting) The Fed pada September 2026.
Di saat yang sama, konsolidasi harga emas dan minyak mentah dunia, seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut mewarnai arah pergerakan pasar saham.
Berdasarkan data resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 24 hingga 28 Agustus 2026, IHSG mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,12 persen ke posisi 6.518,12 dari posisi akhir pekan sebelumnya.
Sepanjang perdagangan sepekan lalu, nilai rata-rata transaksi harian bursa tercatat mencapai Rp15,29 triliun.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), IHSG ditutup melandai tipis 0,06 persen atau berkurang 3,63 poin di level 6.518,12, dengan kisaran pergerakan harian berada di rentang 6.495,74 hingga 6.566,90.
(Dani Jumadil Akhir)