Dari sisi operasional, pendapatan premi industri justru tumbuh 8,2 persen secara YoY menjadi Rp94,75 triliun berdasarkan penghitungan unweighted. Sementara itu, secara weighted, pendapatan premi tercatat Rp58,06 triliun atau turun tipis 0,8 persen.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah kepemilikan polis yang meningkat 7,7 persen menjadi 22,44 juta polis. Jumlah tertanggung bahkan melonjak 24,8 persen menjadi 153,58 juta orang.
Pada periode yang sama, industri asuransi jiwa membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp75,57 triliun atau tumbuh 4,3 persen dibandingkan semester I-2025. Jumlah penerima manfaat meningkat dari sekitar 4,82 juta orang menjadi 5,01 juta orang.
"Pada semester pertama tahun 2026, industri asuransi jiwa membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp75,57 triliun, meningkat 4,3 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025. Jumlah penerima manfaat juga meningkat dari sekitar 4,82 juta orang menjadi 5,01 juta orang," ujar Albertus.
Dari sisi klaim, pembayaran klaim meninggal dunia mencapai Rp6,5 triliun atau naik 25,5 persen. Sementara itu, klaim kesehatan meningkat 11,3 persen menjadi Rp13,58 triliun.
"Pembayaran klaim meninggal dunia mencapai Rp6,5 triliun atau meningkat 25,5 persen, sementara klaim kesehatan mencapai Rp13,58 triliun atau naik 11,3 persen. Kenaikan klaim meninggal dunia dan kesehatan menunjukkan bahwa fungsi proteksi dasar dan perlindungan kesehatan tetap menjadi kebutuhan yang sangat relevan bagi masyarakat," kata Albertus.