Investasi Tertekan, Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 11,2% Jadi Rp96,39 Triliun

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2026 21:35 WIB
Konferensi pers di kantor AAJI, Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto: Okezone.com/Rohman)
Share :

Dari sisi produk, premi produk tradisional mencapai Rp59,03 triliun atau tumbuh 6,9 persen, sedangkan produk unit link mencapai Rp35,73 triliun atau naik 10,3 persen.

Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada premi bisnis baru. Premi bisnis baru produk tradisional tumbuh 14,2 persen menjadi Rp37,97 triliun, sedangkan premi bisnis baru unit link melonjak 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun.

"Pertumbuhan premi bisnis baru unit link meningkat signifikan 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun, membuktikan permintaan proteksi baru tetap tumbuh dan masyarakat masih mencari solusi yang sesuai tujuan finansialnya. Keberagaman pilihan produk ini perlu diimbangi dengan edukasi dan transparansi agar nasabah memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing," jelas Albertus.

Berdasarkan metode pembayaran, premi tunggal (single premium) meningkat 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun. Sebaliknya, premi reguler turun 2,4 persen menjadi Rp53,99 triliun.

Untuk lini usaha, unit konvensional masih mendominasi dengan premi Rp85,18 triliun atau tumbuh 12,7 persen. Sementara itu, unit usaha syariah mencatat premi Rp9,57 triliun atau turun 20,2 persen.

Dari sisi segmentasi kepemilikan, premi segmen perorangan mencapai Rp75,12 triliun atau tumbuh 7,4 persen. Segmen kumpulan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 11 persen menjadi Rp19,63 triliun.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya