JAKARTA - Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) menyebutkan ada kesalahan pandangan terkait harga keekonomian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 yang telah diterapkan selama ini oleh PT Pertamina (Persero).
Di mana, Pertamina mengklaim bahwa harga BBM dengan kadar Ron 88 yang pada beberapa waktu lalu sempat menyentuh Rp6.800 per liter paling murah dibandingkan dengan negara lain. Namun, hal tersebut ternyata salah, negara lain yang mengikuti harga keekonomian harga BBM dengan kualitas baik justru lebih murah.
Ketua Tim RTKM Faisal Basri mengatakan, jika melihat perbandingan harga BBM di beberapa negara Asia, perbandingan gasoline dan gasoil di Indonesia dengan negara lain harus apple to apple.
"Harga rata-rata minyak dengan jenis gasoline yang medium, karena yang imperior seperti Premium sudah tidak ada. Jadi menurut global Petroprices Gasoline di Indonesia itu 0,67 sen dolar itu keluar harga Pertamax. Nah Rp8.700. Pas segitu. Tapi kok Pertamina tiba-tiba memaksakan diri pakai premium. Semua pake gasoline medium, eh pertamina pakai premium. Ya Tentu saja lebih murah," kata Faisal di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).