"Kita sudah masuk era MEA dan integrasi perekonomian dan perdagangan, investasi di ASEAN suatu hal yang penting, konektivitas menjadi penting, dari BKPM kami akan mendukung para penyelenggara untuk mencarikan dan memfalisitasi investasi di sektor infrastruktur, saya gembira sekali bisa terjun langsung upaya untuk menggalang investasi," tambahnya.
BKPM, kata Lembong, menyoroti tiga prioritas utama untuk fokus pada sektor infrastruktur. Pertama, 226 proyek strategis nasional, kedua proyek pembangkit listrik, dan yang ketiga pengendalian limbah dari proyek-proyek energi.
Berdasarkan data realisasi investasi triwulan II-2016 terjadi peningkatan investasi sebesar 12,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015, yakni Rp135,1 triliun menjadi Rp151,6 triliun. Secara kumulatif, realisasi investasi selama bulan Januari hingga Juni 2016 adalah Rp298,1 triliun atau meningkat 14,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp259,7 triliun.
Selama semester pertama 2016, investasi dis ektor infrastruktur terutama berasal dari dua sektor, sektor listrik, gas dan ait dengan realisasi investasi PMDN dengan total Rp8,51 triliun, dan realisasi PMA dengan total USD613,24 juta. Kedua, konstruksi dengan realisasi PMDN dengan nilai Rp8,35 triliun dan realisasi PMA total sebesar USD75,26 juta.
"BKPM tentu akan memfasilitasi dan terus memberikan bantuan bagi investor, terutama dalam menyalurkan minat investasi di sektor infrastruktur," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.