1. Pastikan bahwa orangorang di organisasi mengerti perlunya dan pentingnya perubahan dari waktu ke waktu; bagi perusahaan dan bagi mereka. Cara sederhana adalah dengan mengingatkan mereka bahwa setiap hari, ketika mereka berangkat kerja, pasti mereka becermin terlebih dahulu untuk melihat dirinya apakah telah berpakaian rapi, menyisir rapi dan yang wanita berdandan dengan makeup supaya terlihat cantik dan charming. Sekalipun sudah rapi setiap hari, tetap saja kita merapikan diri dengan mencoba pakaian baru, baju baru, celana baru dan penampilan baru. Sama halnya dengan perusahaan, kita merasa bahwa perusahaan telah baik dalam segala hal akan tetapi tetap kita akan menemukan banyak hal yang masih dapat kita perbaiki dan perlu kita ubah untuk lebih baik lagi.
2. Libatkan semua orang dalamperubahanditempat dandepartemen masing-masing agar mereka merasa bahwa perubahan bukan merupakan perintah dan paksaan dari atas. Biarkan semua bergotong-royong dalam semangat kebersamaan yang tinggi menuju perubahan yang lebihbaiklagi demidanuntukkepentingan bersama.
3. Sederhanakan apa yang dapat disederhanakan, jangan sebaliknya. Baik dalam komunikasi, maupun dalam sistem dan prosedur. Dalam era digital, banyak hal yang dapat diambil alih oleh teknologi dan teknologi informasi (IT). Jangan jadikan waktu kita habis berkutat dengan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh mesin, komputer dan robot. Lebih baik kita menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak dapat dikerjakan oleh mesin dan memikirkan hal-hal yang strategis untuk kepentingan jangka panjang dan berdampak besar.
4. Persiapkan program perubahan yang sistematis, berikan pelatihan dan kesempatan kepada semua yang berkepentingan untuk menerapkan perubahan dari cara dan situasi kondisi lama ke cara dan situasi yang baru. Setiap kemungkinan yang akan terjadi selama dapat diperkirakan telah dituangkan ke dalam program, sehingga tidak terkaget-kaget. Hanya yang betul-betul di luar dugaan, bersifat darurat, force majeur yang memerlukan keputusan dan penanganan khusus.
5. Jangan menutup-nutupi kesalahan (sugarcoat the truth), ABS (asal bos senang). Anjurkan dan dorong semua karyawan untuk terbuka dan berani dalam menyampaikan pendapat, kesan, dan kritikan terhadap program baru yang dijalankan. Hal ini penting mengingat rasa takut, enggan dan merasa berisiko dalam menyampaikan khususnya kritik, sehingga di atas permukaan semua serba-baik dan lancar, padahal di bawah permukaan terjadi kebingungan dan bahkan kekacauan.