6. Perhatikan emosi dan logika, agar berjalan dalam keseimbangan. Terlalu mengandalkan logika, tanpa memperhatikan perasaan orang akan melukai perasaan, menyebabkan program terhambat, diakibatkan unsur sabotase halus maupun kasar. Sebaliknya, terlalu mengakomodasi perasaan dan emosi-khususnya mereka yang terkena roda revolusi perubahan-tidak peduli dengan tren yang menurun dan ketinggalan bagi perusahaan akan menyebabkan keadaan perusahaan memburuk dan tidak terselamatkan.
7. Tingkatkan dan pererat hubungan baik atasan dengan bawahan dan sebaliknya, juga antar-sesama agar komunikasi lebih terbuka. Timbulkan perasaan sebagai team-work selain untuk memberikan rasa tenang, penuh keyakinan, dan menikmati pengalaman yang mengasyikkan dengan perjalanan (proses) dan memperoleh kepuasan dengan hasil (destinasi). Sebuah sukses jauh lebih dirasakan dalam kebersamaan.
8. Lakukan pencatatan terhadap perubahan yang dilakukan; situasi sekarang atau sebelumnya, proses dalam perubahan dan hasil perubahan. Selain untuk dokumentasi juga untuk bahan pembelajaran baik untuk kemudian hari, maupun untuk disharing -kan kepada departemen lain. Kisah sukses penting untuk mendorong semangat dan sekaligus untuk membuktikan kepada para penentangperubahan.
9. Akui dan berikan penghargaan pada individu dan departemen yang berhasil dalam menjalankan program perubahan, baik dari kecepatan dan ketepatan waktu, perbandingan terhadap keadaan sebelumnya maupun target yang disasar dengan program perubahan dan dampak yang diperoleh. Semakin signifikan, semakin perlu diketahui oleh semua lapisan organisasi agar menjadi contoh dan acuan. Adakan acara khusus dan spesial bagi agen-agen perubahan yang telah memberikan komitmen dan berbuat terbaik dengan hasil maksimal.