Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dweeling Time Turun, Menko Darmin Risaukan Masalah Larangan Terbatas

Ulfa Arieza , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2017 |16:03 WIB
<i>Dweeling Time</i> Turun, Menko Darmin Risaukan Masalah Larangan Terbatas
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Total dwelling time Indonesia menunjukkan perubahan positif, yakni rata-rata 2,9 hari dari sebelumnya 3-4 hari di Januari. Sedikit lebih tinggi dari yang ditargetkan Presiden Jokowi yakni dua hari.

Namun demikian, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution masih merisaukan masalah larangan terbatas (lartas) yang kembali menunjukkan sinyal negatif.

"Kita mendengar bahwa larangan terbatas itu tadinya sudah membaik cukup jauh dari yang tadinya 51% menjadi turun 32% pada waktu paket kita jalankan paket 1-14, sempat turun. Tapi belakangan ternyata apa, ternyata malah ada perkembangan mundur dia," terang Darmin di Kantor Indonesia National Single Window (INSW) Senin (6/2/2017).

Permasalahan lartas butuh koordinasi dari 18 Kementerian yang menangani masalah pabean. Semuanya akan mengacu kepada kebijakan single risk management, terkait perizinan masuk dan keluar barang di pabean.

"Tidak kemudian yang satu bilang risiko rendah, namun yang lain bilang risiko tinggi. Kalau masing-masing beda pasti terakumualasi menjadi panjang," paparnya.

Selanjutnya Darmin akan mengadakan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan INSW. Kewenangan interfensi seluruhnya diserahkan kepada INSW.

"Kita akan segara rapat koordinasi dan kami minta agar INSW memberikan informasi data, Kementerian mana saja yang masih ada banyak hambatan. Nanti kami selesaikan dengan kementerian yang bersangkutan. Kita undang Kemenkeu," jelas Darmin.

Dalam hal ini INSW telah mengambangkan portal INSW yang akan memonitor secara real time perkembangan data dari 12 pelabuhan. Sehingga mampu mengintegrasikan data dari Kementerian, masyarakat usaha, dan pabean.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement