Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Luhut Belum Puas dengan Penurunan Dwelling Time

Antara , Jurnalis-Rabu, 14 Juni 2017 |15:56 WIB
Menko Luhut Belum Puas dengan Penurunan <i>Dwelling Time</i>
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum puas atas penurunan angka bongkar muat barang hingga ke pelabuhan atau dwelling time yang saat ini berkisar tiga hari.


"Dwelling time memang berhasil diturunkan jadi tiga hari sekian. Tapi saya pribadi belum puas, karena ternyata kami cek, cos (biayanya) masih tinggi," katanya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Luhut menduga ada permainan di bagian tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan mengkaji struktur biaya agar biaya yang tinggi tersebut dapat ditekan.

Tadinya, mantan Menko Polhukam itu menilai jika dwelling time turun, biaya logistik juga akan lantas turun. Namun, ternyata penurunan angka dwelling time tidak diikuti dengan penurunan biaya logistik.

"Mereka juga enggak mau meninggalkan comfort zone. Orang menikmati ketidakteraturan itu, di situlah bisa bikin macam-macam. Kita juga tahu masak untungnya enggak ada, tapi kalau untungnya keterlaluan ya enggak benar," katanya.

Luhut mengatakan dalam kajian pihaknya, angka inefisiensi dalam biaya logistik paling besar berada di pelabuhan karena mencapai hingga separuhnya baru kemudian bahan bakar minyak (BBM) dan belanja modalnya.

Jika biaya-biaya di pelabuhan dapat dipangkas, termasuk biaya pemindahan kontainer, ia memastikan efisiensi dapat dicapai sehingga biaya logistik dapat ditekan.

"Habis Lebaran atau mungkin minggu depan saya mau Pelindo harus lapor. Saya bilang ke Bu Rini (Menteri BUMN) kalau macam-macam begini suruh ganti saja. Saya sudah lihat angka-angka itu, kalau punya idealisme, itu harus diperbaiki, disiplinkan," katanya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement