Image

Kembali Datang ke DPR, Korban First Travel Curhat Ditelantarkan Kemenag

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 14:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794022 kembali-datang-ke-dpr-korban-first-travel-curhat-ditelantarkan-kemenag-harF9sB6YN.jpg Rapat di DPR. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para jamaah korban biro perjalanan umroh PT First Travel kembali mendatangi Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) untuk melakukan audiensi. Tujuan para jamaah korban first travel meminta audiensi adalah untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka kepada para anggota dewan di Komisi VII.

Dalam audiensi tersebut Kuasa Hukum jamaah korban first travel Rizki Rahmadiansyah menganggap pemerintah dalam hal ini Kementerian Agam telah lalai dalam melakukan pengawasan perjalanan umroh. Bahkan, Kemenag tidak memiliki data jumlah jamaah yang akan diberangkatkan oleh First Travel.

"Hingga dua minggu penutupan Frist Travel, Kementerian Agama tidak memiliki data jumlah jemaah yang akan diberangkatkan. Hal ini mengindikasikan ada sesuatu yang salah terhadap cara pengawasan," ujarnya dalam audiensi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Rapat Komisi VIII DPR-RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: ASTAGA! Selain First Travel, Masih Banyak Travel Haji dan Umrah yang Ilegal

Tak hanya dalam hal pengawasan lanjut Rizki, dirinya sama sekali tidak mendapatkan solusi ketika beberapa kali bertemu dengan pihak Kemenag. Karena jawaban yang didapat selalu mengecewakan.

"Kita ketemu Kemenag, selalu bilang yang mereka awasi hanya rencana perjalanannya. Entah apa itu maksud pengawasan rencana perjalanan. Di sini saya mau bilang kalau yang diawasi hanya rencana berarti masih awang awang," jelasnya.

Baca Juga: Belajar dari First Travel, Menko Polhukam: Makin Menggiurkan Harus Semakin Berbahaya

Menurutnya, pihak Kemenag justru terkesan menyalahkan jamaah karena memilih biro perjalanan umroh murah. Padahal, di situlah peran pemerintah terkait pemberian izin biro perjalanan umroh.

"Sudah terjadi malah salah-salahan. Kita tidak bisa terima ucapan kenapa mau jamaah bayar murah. Kenapa mau? Lah, pemerintah kenapa memperbolehkan travel itu buka biro perjalanan," ucapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini