Image

Finalisasi Desain Proyek Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya Molor hingga Maret

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827425 finalisasi-desain-proyek-kereta-semi-cepat-jakarta-surabaya-molor-hingga-maret-h7CbDoRY6j.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan studi kelayakan pada desain proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya rampung pada Maret 2018.

"(Kereta semi cepat) Jakarta-Surabaya nanti finalnya bulan Maret (tahun depan)," kata Menhub usai melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dia menjelaskan, finalisasi desain proyek tersebut mencakup semua aspek, namun yang utama mengenai jenis rel yang akan digunakan. Ada dua opsi rel yang masih distudi lebih lanjut. Dua jenis rel yang dimaksud yakni narrow gauge (rel sempit) dengan lebar rel 1,067 meter atau menggunakan standar gauge dengan lebar rel 1,435 meter yang memang banyak digunakan untuk kereta cepat.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Kereta Semicepat, BPPT Gunakan Jurus "Campur Sari"

"Kan sekarang ada narrow gauge ada standar gauge. Kita akan mencari satu. Ada satu yang paling optimal yang kita miliki. Ini kan ada satu proses modernisasi kereta api yang kita studi," jelas Menhub.

Sebelumnya, finalisasi ditargetkan sebelum akhir tahun. Namun mempertimbangkan optimalisasi proyek, akhirnya target diperpanjang menjadi Maret tahun depan. Budi menjelaskan, diundurnya tenggat waktu itu guna memastikan desain yang paling sesuai yang akan digunakan.

Baca Juga: Tambahan Rel Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Disetujui Menhub

"Ini kan uang puluhan triliun (Rupiah). Jadi kita harus hati-hati. Jangan sampai kita memutuskan, jangan sampai kita mengambil justifikasi yang belum maksimal. Jadi kita akan desain, desainnya kita akan melakukan suatu evaluasi," ujarnya.

Dengan tambahan waktu kurang lebih 3 bulan, Menhub berharap dana proyek yang digelontorkan bisa seefisien mungkin. Kata dia rel standar gauge lebih mahal dibandingkan narrow gauge. Hanya saja dia lebih modern. Maka perlu dicari yang paling cocok.

Baca Juga: BPPT Lanjutkan Prastudi Kereta Semicepat Jakarta-Bandung

"Beda (harganya) kira-kira Rp30 triliun. Lebih mahal yang standar. Jadi kita akan pelajari," tambah Budi.

Sekadar diketahui, BPPT dalam kajian prastudi pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya merekomendasikan tiga skenario kepada Pemerintah. Pertama, merevitalisasi trek lama dengan memperbaiki lengkungan, bantalan rel, hingga ballasts supaya bisa digunakan untuk kecepatan semi cepat. Yang kedua dan ketiga ialah narrow gauge dan standar gauge.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini