Image

TIPS LARIS: 8 Strategi Ampuh agar Penjualan Laris di 2018

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017, 07:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 29 320 1837577 tips-laris-8-strategi-ampuh-agar-penjualan-laris-di-2018-pSsBZeDCIF.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Apakah tim penjualan Anda terlalu banyak dikelola tetapi masih merasa kurang dalam masalah kepemimpinan? Apakah mereka berkinerja buruk dan tidak termotivasi untuk memperbaiki diri?

Jika begitu, Anda mungkin terlalu mengandalkan metrik, peraturan dan tenggat waktu yang sulit untuk mengukur keberhasilan, sehingga tim Anda merasa kurang dihargai. Ini merupakan masalah yang cukup serius dan harus lebih diperhatikan karena bisa menyebabkan hasil penjualan perusahaan menjadi menderita.

Bahkan bisa mengakibatkan omzet pegawai tinggi menjadi lebih mahal harganya. Untuk menjadi manajer penjualan yang baik, akan sangat membantu jika Anda menghindari masalah ini. Namun, melakukan hal itu melibatkan banyak hal lebih dari yang pernah Anda pikirkan. Ini bukan hanya tentang memenuhi kuota dan mematuhi kebijakan perusahaan, Anda juga perlu menginspirasi tim Anda, memotivasi mereka dan mengarahkan mereka pada kinerja penjualan dan kesuksesan yang lebih baik dari karir mereka sendiri.

Baca juga: TIPS LARIS: Penjualan Tak Capai Target Terus? Coba Simak 10 Hal Ini

Jika Anda tidak yakin bagaimana meningkatkan kinerja penjualan, tidak diragukan lagi bahwa keterampilan manajemen yang tepat akan sangat membantu. Berikut 8 strategi utama untuk mengelola tim penjualan Anda agar berhasil:

1. Pelatihan Satu Lawan Satu

Sebagai manajer penjualan, Anda sering kali dibebankan dengan berbagai kesibukan dan jika ada tugas yang tidak sengaja lolos, biasanya terdapat pelatihan satu lawan satu. Namun, Anda seharusnya tidak membiarkan hal ini terjadi karena pembinaan rutin membantu tim Anda menjadi lebih produktif, lebih percaya diri dan lebih baik dalam melakukan penjualan. Tenaga penjualan terbaik yang Anda miliki akan menghargai bantuan yang bisa Anda tawarkan selama Anda masih membiarkan kebebasan dan fleksibilitas tertentu.

Baca juga: TIPS LARIS: 10 Cara Salah untuk Prospek Klien, Pelajari dan Hindari

Jika Anda tidak punya waktu untuk bekerja satu lawan satu dengan masing-masing tenaga penjualan Anda, berusahalah untuk setidaknya memberikan umpan balik yang baik, yang akan membantu mereka meningkatkan keterampilan penjualan. Kenali setiap tren kinerja di awal dan hadapi sebelum mereka menjadi masalah yang lebih besar.

2. Mendorong Pembelajaran Lanjutan

Pelatihan yang tepat dapat dengan mudah mengubah pemain tengah menjadi pemain top yang menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi perusahaan. Jadi investasikan pengembangan tim penjualan Anda dengan berikan fasilitas baru untuk mereka sehingga dapat berlatih. Buat rencana pelatihan di awal tahun jika memungkinkan dan pastikan tim Anda bertahan sehingga mereka dapat menumbuhkan pengetahuan tentang praktik penjualan terbaik dan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang produk atau layanan yang mereka jual.

3. Merampingkan Proses

Mendapatkan proses penjualan yang tepat merupakan hal yang rumit. Jika Anda terlalu merekayasa mereka, tenaga penjualan Anda akhirnya bingung dan frustasi yang membuat mereka kurang produktif.

Berikan tim penjualan Anda teknologi dan peralatan yang mereka butuhkan untuk bisa menjalankan perusahaan Anda, tapi jangan berlebihan dengan memberikan mereka terlalu banyak pilihan untuk proses sehari-harinya. Tim penjualan tampil paling baik saat mereka tahu persis seperti apa penampilan mereka dan mereka pula yang paling tau apa yang dibutuhkan untuk bekerja secara produktif.

Jika tenaga penjualan Anda tidak produktif atau frustasi dengan proses mereka saat ini, tanyakan kepada mereka apa yang mereka butuhkan untuk membuat situasi mereka menjadi lebih baik dan lebih nyaman. Bagaimanapun, merekalah yang berada di garis depan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan, jadi kemungkinan mereka akan memiliki beberapa gagasan untuk memperbaiki proses penjualan dalam perusahaan dan sangat memungkinkan bila kahirnya mereka dapat menjual lebih banyak produk dengan cara mereka sendiri.

4. Menetapkan Budaya yang Baik

Sebagai manajer, adalah tanggung jawab Anda untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kepercayaan dan kesuksesan bagi karyawan dan pelanggan Anda sendiri. Anda tidak bisa hanya menyediakan lingkungan fisik yang menyenangkan tetapi Anda juga perlu memastikan bahwa adanya pengaturan sosial yang positif.

Lakukan ini dengan menghargai prestasi kerja karyawan, menunjukkan apresiasi kepada tenaga penjualan Anda secara teratur, menawarkan penjadwalan dan atau insentif fleksibel dan mengatur acara dan kompetisi yang membuat tenaga penjualan Anda terlibat dan bersemangat untuk mulai bekerja.

Baca juga: TIPS LARIS: 9 Trik untuk "Tipu" Pembeli dengan Psikologi

5. Pahami Perbedaan Masing-Masing Anggota Tim Anda

Tim penjualan Anda terdiri dari berbagai macam orang. Masing-masing pribadi tersebut juga memiliki kepribadian dan gaya belajar yang berbeda, jadi jangan memperlakukan dan melatih semua orang dengan cara yang sama. Sebagai gantinya, anggaplah itu sebagai ciri unik dari masing-masing individu dan sesuaikan strategi manajemen Anda dengan hal tersebut dengan tepat, dan Anda mungkin akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Ingat, tidak semua orang harus mencapai kesuksesan dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan dalam penjualan, jadi menerima dan lebih fokus lah pada hasil daripada metode yang digunakan dan perlakukan lah semua tenaga penjualan Anda secara setara.

6. Berikanlah Inspirasi yang Membangun Kepada Tim Anda

Manajer penjualan yang baik itu tidak pasif dalam menginspirasi tim mereka. Sebagai gantinya, mereka membantu masing-masing tenaga penjualan mereka melihat seberapa sukses nantinya mereka dan memotivasi mereka untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pribadi. Lihatlah ciri pemimpin inspirasional berikut ini:

• Energik - Memiliki sikap positif dan menggembirakan yang dapat diberikan juga untuk orang sekitar.

• Apresiatif - Menunjukkan kesungguhan dan rasa syukur atas kerja keras tim penjualan dan mengenali atau juga memberi penghargaan kepada mereka sesuai dengan itu.

• Servant-hearted - Merawat kesuksesan tim penjualan lebih dari sekadar keuntungan pribadi.

• Bertanggung jawab - Mengambil tanggung jawab pribadi atas apa yang terjadi, bahkan bila konsekuensinya tidak menyenangkan.

• Jujur - Selalu mengatakan yang sebenarnya kepada rekan kerja dan pelanggan.

Menciptakan lingkungan di mana tim Anda merasa terinspirasi akan memotivasi mereka untuk berprestasi di tempat kerja, yang berarti hasil penjualan lebih baik dan pendapatan yang lebih besar.

7. Kompetisi Drive

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana meningkatkan kinerja penjualan dengan cepat, menciptakan sebuah kompetisi adalah pilihan yang baik. Berikut adalah beberapa tip untuk sebuah kompetisi penjualan yang sukses:

• Tentukan tujuan yang jelas - Apakah Anda ingin meningkatkan layanan pelanggan, meningkatkan volume penjualan atau hanya bertahan dari kemerosotan musiman, tentukan tujuan pesaing Anda dan ingatlah untuk menciptakan persaingan yang paling efektif.

• Keep it simple - Cobalah untuk hanya fokus pada satu tujuan selama kompetisi Anda, dan pastikan peraturannya jelas sehingga tenaga penjualan Anda dapat dengan mudah memahaminya dan berpartisipasi.

• Bersenang-senang - Kemungkinan besar, sebagian besar tenaga penjualan Anda secara alami memiliki sikap yang kompetitif. Berikan candaan seperti "omong kosong" dan olok-olok seputar kompetisi agar lebih menyenangkan dan menarik.

Jaga agar tenaga penjualan Anda terlibat dan dorong mereka untuk memenangkan kontes dengan mengirim berita tentang hal itu dan mengirimkan pembaruan real-time melalui email. Bila salah satu tenaga penjualan Anda menang, pastikan untuk mengenali dan memberi penghargaan kepadanya atas prestasinya.

8. Pekerjakanlah Tim Penjualan yang Benar

Mempekerjakan tim penjualan yang tepat akan membuat pekerjaan Anda sebagai manajer penjualan lebih mudah. Di sisi lain, mempekerjakan tenaga penjual yang salah bisa membuat kerugian, menyebabkan frustrasi dan berdampak negatif pada keseluruhan tim penjualan.

Untuk menyewa tenaga penjual yang tepat, Anda harus melakukan wawancara tim penjualan yang terstruktur dan mempekerjakan ciri kepribadian dan perilaku atas pengalaman sendiri. Sifat nomor satu yang harus Anda cari adalah Drive (memiliki dorongan untuk menjual). Sifat ini tidak bisa diajarkan, dan merupakan indikator utama potensi tinggi sebagai penjual "pemburu".

Jika Anda ingin menguji calon Drive Anda, pertimbangkan untuk menggunakan DriveTest ™. Ini akan memungkinkan Anda menyingkirkan kandidat dengan potensi rendah di awal proses perekrutan sehingga Anda dapat menghemat waktu, menghindari frustrasi karena mempekerjakan orang yang salah dan membuat keputusan perekrutan yang baik.

Selalu ingat bahwa tim Anda mengandalkan Anda untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan. Jika Anda memberi keduanya, kemungkinan mereka akan tinggal lama di perusahaan ini dan secara konsisten berusaha menghasilkan hasil penjualan terbaik. (ljs)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini