JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, kerja sama ekonomi harus menjadi prioritas dalam kemitraan antara ASEAN dengan India.
"Kita harus mengawali peluang dari momentum pemulihan ekonomi global," ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/1/2018).
Retno menuturkan, ASEAN dan India memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu generator ekonomi dunia dengan pasar mencapai dua miliar orang dan total Produk Domestik Bruto mencapai USD25 miliar.
Baca Juga: Sri Mulyani Orasi Ilmiah Bicara Kekuatan Ekonomi RI di Universitas Brawijaya
"Perdagangan dan investasi kita mengalir dengan baik ke arah peningkatan tapi belum mencapai potensi sebenarnya, contohnya total perdagangan pada 2016 mencapai USD58,4 miliar," tuturnya.
Sementara arus Investasi Asing Langsung dari India ke ASEAN mencapai USD1,05 miliar.
"Kita harus berusaha melipatgandakan usaha untuk meningkatkan kerja sama dua arah, perdagangan dan investasi," tuturnya.
Baca Juga: JK Sebut Ekonomi Tidak Kencang, Begini Respons Menko Darmin
Dia mengatakan ASEAN dan India juga harus bekerja lebih keras untuk mempercepat kesimpulan kemitraan ekonomi komprehensif regional.
"Integrasi ekonomi bisa membawa keuntungan bagi semua," kata Retno.
Selain itu, Retno menuturkan, hubungan antarbisnis juga harus semakin erat dan Indonesia berkomitmen terhadap perdagangan bebas dan terbuka.
Baca Juga: Ekonomi Tak Capai Target, JK: Jangan Kambinghitamkan Komoditas Lagi
"India merupakan mitra strategis yang penting bagi Indonesia," ujarnya.
Dia menambahkan, Indonesia memiliki komitmen dan tekad kuat untuk meningkatkan keterlibatan dan kontribusinya di kawasan dan sekitarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.