Jokowi: Penenggelaman Kapal Bentuk Kita Tak Main-Main terhadap Pencurian!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1843086 jokowi-penenggelaman-kapal-bentuk-kita-tak-main-main-terhadap-pencurian-dOWqjagQRc.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti untuk menghentikan aksi penenggelaman kapal asing di perairan Indonesia.

Untuk diketahui, selama 3 tahun hingga akhir 2017, kapal asing yang berhasil ditenggelamkan mencapai angka yang fantastis sebanyak 363 kapal dari seluruh dunia. Namun, kapal yang ditenggelamkan lebih banyak berasal dari negara tetangga.

Baca Juga: Pengusaha Sebut Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan Dilematis

Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo pun angkat suara, mengatakan  penenggelaman kapal merupakan cara Indonesia untuk menghentikan illegal fishing.

"Jadi penenggelaman bentuk law enforcement yang  kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main dengan illegal fishing. Terhadap pencurian ikan tidak main-main. Oleh sebab itu yang paling serem ya ditenggelamkan, yang paling serem itu. Untuk efek jera," ucap Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: Mau Sampai Kapan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal?

Jokowi mengatakan, tak ada yang salah dengan kebijakan yang dibuat oleh Menteri Susi. Menurutnya, semua kebijakan dibuat untuk kepentingan rakyat.

"Jadi semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara, pasti untuk kebaikan rakyat. Setiap menteri pasti memiliki kebijakan dan kebijakan itu pasti untuk kebaikan. Enggak ada untuk jelekkan itu enggak ada. Semua saya dukung," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Baca Juga: Penghentian Penenggelaman Kapal Picu Mafia Perikanan, Ini Kata Pengusaha

Kendati demikian, Jokowi mengaku meminta Susi untuk fokus pada ekspor ikan. Sebab, Jokowi mengaku mendapat laporan bahwa  ekspor Indonesia mengalami penurunan.

"Makanya saya bilang ke Bu Susi. Sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong ekspor ikan. Karena ekspornya kita turun," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini