INSPIRASI BISNIS: Lihat Peluang Kaus Olahraga di Momentum Asian Games 2018

Fakhri Rezy, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 05:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844126 inspirasi-bisnis-lihat-peluang-kaus-olahraga-di-momentum-asian-games-2018-Lrv9PahtML.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Dalam waktu dekat akan berlangsung Asian Games 2018 yang dilakukan di Indonesia tepatnya Jakarta dan Palembang. Hajatan nasional ini membuka celah usaha untuk membuat kaus olahraga.

Disadur dari buku ‘Top 50 Bisnis Rumahan Super Tajir’ terbitan pertama tahun 2014, berikut peluang usaha kaus olahraga.

A. Peluang Bisnis

Bisnis yang berhubungan dengan olahraga tidak pernah surut, termasuk bisnis kaus olahraga. Bahan baku yang mudah didapatkan dan ongkos produksi yang relatif murah menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Belum lagi kalau Anda berhasil bekerja sama dalam pengadaan kaus olahraga untuk instansi atau perusahaan.

B. Persiapan Memulai Bisnis

1. Mencari penjahit yang bisa diajak kerja sama.

2. Mencari produsen yang mampu menyediakan bahan dengan harga murah.

3. Membeli beberapa unit mesin jahit untuk bagian produksi.

4. Mencari karyawan yang sudah ahli dalam menyablon pakaian.

5. Mencari inspirasi untuk desain-desain kaus yang lebih beragam.

C. Strategi Bisnis

1. Gencar melakukan promosi dengan memasang spanduk dan membuat katalog desain-desain kaus.

2. Menawarkan kerja sama ke sekolah-sekolah maupun perusahaan-perusahaan untuk membuat kaus olahraga.

3. Berusaha mengerti keinginan pelanggan dalam mewujudkan kaus olahraga pesanannya.

4. Bermain di harga yang kompetitif.

5. Selalu mengutamakan kualitas dalam pemilihan bahan baku dan kualitas sablon.

D. Hambatan Bisnis

1. Persaingan dengan usaha sejenis yang memiliki harga dan kualitas yang lebih baik.

2. Harga bahan baku yang melonjakan naik.

3. Pemesan menjadi sepi ketika tidak ada.

4. Pemesanan menjadi sepi ketika tidak ada perhelatan acara olahraga maupun tahun ajaran baru.

E. Tips Bisnis

1. Usahakan untuk selalu tepat waktu dalam menyelesaikan pesanan. Hal ini merupakan salah satu cara membuat klien Anda percaya dan mau terus bekerja sama.

2. Jalin kemitraan dengan produsen kaus atau garmen yang lebih besar sehingga suatu saat jika garmen tersebut kebanjiran order, bisa menunjukan Anda sebagai mitra dalam membantu pengerjaan order tersebut.

F. Analisis Bisnis

INVESTASI AWAL

2 unit mesin jahit

Rp2.000.000

1 unit mesin obras

Rp500.000

1 unit mesin potong kain

Rp500.000

Screen untuk sablon + cat

Rp500.000

1 unit komputer

Rp3.000.000

Promosi

Rp150.000

Total Investasi Awal

Rp6.650.000

Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp100.000. Biaya penyusutan per bulan adalah Rp6.650.000 dikurangi Rp100.000 dibagikan 36 bulan menjadi Rp182.000 per bulan.

Dalam sebulan, mampu menyelesaikan 300 kaus. Harga per kaus Rp25.000 jadi omzet dalam sebulan adalah 300 dikalikan Rp25.000 adalah Rp7.500.000.

BIAYA OPERASIONAL

Listrik + telepon

Rp300.000

Upah tukang jahit (2 orang @500.000)

Rp1.000.000

Upah desainer + sablon

Rp750.000

Harga pokok bahan baku kain+benang

Rp3.000.000

Transportasi

Rp300.000

Biaya perlengkapan

Rp250.000

Biaya penyusutan peralatan

Rp182.000

Total biaya investasi

Rp182.000


Analisis Break Even Point (BEP)

Dengan omzet Rp7.500.000 dan total biaya operasional adalah Rp5.782.000 maka laba per bulan adalah Rp1.718.000. Makan balik modal dalam waktu 3,9 bulan.


(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini