Share

Strategi Sri Mulyani Keluarkan RI dari Middle Income Trap

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 03 20 1854304 strategi-sri-mulyani-keluarkan-ri-dari-midle-income-trap-aiFLGPWYGR.jpg Foto: Feby/Okezone

DEPOK - Indonesia akan kesulitan keluar dari perangkap negara pendapatan menengah menjadi negara maju berpenghasilan tinggi jika pertumbuhan pendapatan per kapita hanya 3,5% per tahun. Minimal, untuk bisa menjadi negara maju pertumbuhan per kapita harus 5,42%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan strategi menghindari middle income trap. Caranya, Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif dengan faktor kunci adalah produktivitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Masuk 5 Besar Dunia di 2045, Ini Syaratnya

"Infrastruktur yang dibangun juga harus handal, jaring pengaman sosial yang kuat untuk melindungi mereka yang rentan dan miskin. Institusi publik yang efisien dan bersih serta sektor swasta yang tumbuh secara sehat dan kompetitif," ujarnya, di Balirung UI Kampus Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2018).

Kemudian dari sisi APBN, untuk menghindari middle income trap maka anggaran negara harus dijaga stabilitasnya. Kesehatan dan sustainabilitas serta efektivitas APBN sebagai instrumen pembangunan harus terus ditingkatkan.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap 4 Syarat untuk Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

"Ini (APBN) harus dijaga sebagai pilar kepercayaan. Sebab peran APBN dalam pencapaian cita-cita nasional dan strategi menghindari middle income trap sangat vital," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Dunia mencatat dalam sejarah ekonomi dunia, dari 101 hanya 13 negara yang berhasil keluar dari perangka pendapatan menengah menjadi negara maju berpenghasilan tinggi.

Baca Juga: Gubernur BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017 Senggol 5,1%

Asian Development Bank (ADB) menunjukkan bahwa jangka waktu perangkap negara berpendapatan menengah adalah 42 tahun, dengan ciri tingkat investasi rendah, pertumbuhan sektor manufaktur rendah, diversifikasi terbatas dan kondisi pasar tenaga kerja buruk.

Sejak 1985, Indonesia masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah. Artinya untuk terbebas dari middle income trap, dibutuhkan waktu hingga 2027, yakni untuk mencapai pendapatan per kapita di atas USD12.476.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini