Calon Gubernur BI Diminta "Tutup Kuping" Hiruk Pikuk Tahun Politik

ant, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 09 320 1857250 calon-gubernur-bi-diminta-tutup-kuping-hiruk-pikuk-tahun-politik-PmTnTWzNdM.jpg Bank Indonesia (BI). (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi mengatakan, gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru tidak boleh terpengaruh dengan hiruk-pikuk tahun politik jelang Pemilihan Umum 2019.

"Dia tidak boleh terpengaruh dengan tahun politik. Kondisi moneter itu harus kita jaga betul supaya ada kestabilan. Itu harus dibedakan, maka gubernur BI itu harus terpisah dengan Pemerintah," kata Sofyan saat ditemui di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dia menambahkan, kriteria gubernur BI juga harus dapat bekerja sama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani karena kebijakan fiskal dan moneter ditentukan bersama-sama dengan Menkeu.

"Pemerintah juga harus mencari gubernur BI yang bisa bekerja sama dengan Menkeu karena fiskal dan moneter ini penting sekali, harus bersama-sama (Menkeu) ditambah lagi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sedikit," jelasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Serahkan Nama Gubernur BI ke DPR Bulan Depan

Sofyan menambahkan, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla telah memeriksa latar belakang empat kandidat gubernur BI yang baru, sehingga kini tinggal Presiden yang memutuskan siapa untuk mempimpin Bank Indonesia.

Masa jabatan Gubernur BI Agus Martowardojo akan berakhir pada Mei, namun demikian Agus masih berpeluang kembali menjadi gubernur BI. Nama Agus pun termasuk satu dari empat nama yang ada di meja Presiden Joko Widodo.

Selain Agus, ada pula nama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, mantan menteri keuangan Chatib Basri dan Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.

Sekadar informasi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menuturkan, Presiden akan menyerahkan usulan nama Gubernur BI pada pertengahan Februari. Hanya saja belum diketahui secara pasti siapa yang akan diusulkan Presiden ke parlemen.

Tak hanya Gubernur BI, Jokowi juga menyerahkan usulan nama Deputi Gubernur BI. Setidaknya, ada tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diberikan Jokowi ke DPR.

Baca Juga: Bos BEI: Gubernur BI Baru Harus Bisa Beri Kepercayaan Investor

Tiga nama tersebut ternyata sudah diajukan terlebih dahulu oleh Presiden. Surat yang berisikan nama calon Deputi Gubernur BI, lanjut Pratikno, sudah sampai ke DPR pada pertengahan Januari.

Gubernur BI Agus Martowardojo juga akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2018. Agus menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2013. Namun, nama-nama calon Gubernur BI yang diunggulkan oleh Komisi XI DPR masih belum dikeluarkan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini