Angka Kematian PNS Tinggi, Klaim JKN Taspen Tumbuh 18%

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 12 320 1858466 angka-kematian-pns-tinggi-klaim-jkn-taspen-tumbuh-18-7dKGfuvWOW.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Taspen (Persero) mencatat ketelampauan pembayaran klaim sepanjang 2017 untuk program Jaminan Kematian (JKN) sebesar Rp890 miliar. Hal tersebut disebabkan tingginya angka kematian Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif.

Baca juga: Laba Bersih Taspen Naik 191,9% Jadi Rp721,7 Miliar Berkat Anak Usaha

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, dari sisi Tunjangan Hari Tua (THT) yang telah dibayarkan sebesar Rp8,42 triliun atau tumbuh 19%, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp300 miliar atau tumbuh 24% dan Jaminan Kematian (JKN) dengan klaim Rp890 miliar atau tumbuh 18%.

"Tingginya kematian PNS aktif yang berdampak meningkatnya jumlah klaim 18,39% atau di atas RKAP. JKN itu rata-rata meninggalnya berada pada usia 46-55 tahun atau sebesar 60%. Jumlahnya klaim tinggi," tuturnya, di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Baca juga: Taspen Siap Terapkan Pembayaran Pensiun Secara Digital Tahun Ini

Bukan hanya itu, kata Iqbal, ada beberapa hal yang pempengaruhi capaian kinerja untuk program asuransi. Pertama, perubahan aturan akumulasi fee yang diperoleh Taspen dalam mengelola dana akumulasi pensiun yang tidak langsung ke pendapatan tapi perolehan fee.

Baca juga: Tingkatkan Layanan Kepesertaan,Taspen Gandeng Ditjen Perimbangan Keuangan

"Pemberi kerja naikan 0,5% naikan 0,2% 1 juli 2017. Ini justru 0,3% klaim seperti itu dikenakan pajak, akhirnya jatuhnya rendah dan disesuaikan 0,72%. PT Taspen juga memperoleh realisasi kredit, fee base income meningkat Rp2,11 miliar dengan realisi Rp67,9 miliar," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini