nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Sering Macet, BUMN Sungkan Ajak Swasta Kerja Bareng

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 17:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872728 dana-sering-macet-bumn-sungkan-ajak-swasta-kerja-bareng-FCNFOzSXIs.jpg Ilustrasi Pembangunan Infrastruktur. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Keterlibatan pihak swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah masih minim. Porsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi mayoritas, sekaligus menjadi pemain utama dalam proyek-proyek infrastruktur.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa menjelaskan, kendala pihak swasta untuk menjadi pemain utama dalam proyek infrastruktur adalah pendanaan dari proyek itu sendiri.

Di satu sisi, swasta membutuhkan pendanaan proyek yang pasti, sedangkan proyek infrastruktur sendiri masih membutuhkan berbagai subsidi silang mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Masih banyak tambal sulam tambal sulam, kalau swasta kan ingin pendanaannya harus jelas dulu bagaimana bagaimananya. Kalau BUMN kan bisa cross subsidi gitu loh," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca juga: Bertemu dengan Menko Luhut, SMI dan JBIC Kolaborasi Pembiayaan Infrastruktur?

Senada, Direktur Pengembangan Usaha PT Hutama Karya (Persero) Putut Ari Wibowo menyatakan, beberapa proyek penugasan yang dikerjakan oleh Hutama Karya bahkan pembayarannya baru dilunasi tahun depan.

"Dengan belum matangnya finansial untuk membiayai proyek, kita ngajak swasta jadi mikir jangan nanti kita ngajak malah jadi dispute. Dari situ kalau mau melibatkan swasta sungkan," ujarnya.

Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.

Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini