Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%

Ulfa Arieza , Jurnalis-Senin, 02 April 2018 |11:35 WIB
Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%
Foto: Cabai Merah Biang Keladi Inflasi Maret 2018 (Ulfa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20%. Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, yang berpengaruh besar terhadap inflasi adalah dari bahan makanan, transportasi, dan sandang.

Inflasi untuk bahan makanan 0,14% dengan memberikan andil sebesar 0,05%, terutama pada harga bumbu-bumbuan.

"Cabai merah mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang paling besar sebesar 0,07%, lalu bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%," ujar Kecuk di kantor BPS, Senin (2/4/2018).

 Baca Juga: Menanti Data Inflasi Maret, Beras dan BBM Bisa Jadi Biang Kerok

Kecuk menjelaskan, kenaikan harga komoditas terutama pada bumbu-bumbuan karena faktor cuasa sehingga bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga.

"Komoditas bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga, dan cabai rawit 0,02%. Dan beberapa sayuran yang kontribusinya 0,01%," sambungnya.

Dia berharap menjelang puasa ini harga komoditas stabil sehingga inflasi pun bisa terkendali.

Sebelumnya, Kecuk mengatakan, inflasi Maret 2018 lebih tinggi dari Maret 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,02%, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2016 yang mengalami inflasi 0,19%.

"Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas Maret menunjukan kenaikan. Hasil pemantauan BPS di 82 menunjukkan terjadi inflasi 0,20%. Terkendali," ujar Kecuk.

 Baca Juga: BPS: Inflasi Maret 2018 Sebesar 0,20%

Kecuk mengatakan dengan memperhatikan target inflasi yang dipasang di APBN sebesar 3,5% maka angka 3,4% terbilang terkendali.

Dari 82 kota tersebut, sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 2,10% dan inflasi terendah ada di Kota Sumenep sebesar 0,01%.

Sementara sisanya sebanyak 25 kota mengalami deflasi.Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi ada di Kota Taul sebesar 2,3% dan deflasi terendah di Kota Bulukumba sebesar 0,01%

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement