nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaet REI, Mirza Adityaswara: Berikan Kami Data Akurat, Jangan Setengah-Setengah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 April 2018 11:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 02 470 1880881 gaet-rei-mirza-adityaswara-berikan-kami-data-akurat-jangan-setengah-setengah-N4cN91nDkd.jpg Foto: BEI dan REI Perkuat Data Properti (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menggandeng Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) untuk kebutuhan data di sektor properti.

Hal ini dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada hari ini, Senin (2/4/2018) di Gedung BI. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia, Yati Kurniati dengan Ketua Umum REI, Soelaeman Soewaminata dan disaksikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Isi kesepakatan tersebut yakni kerja sama dalam rangka pengumpulan dan pertukaran data dan/atau informasi khususnya mengenai properti, terutama di sektor perumahan.

Baca Juga: Gandeng REI, Kementerian ESDM Minta Pembangunan Rumah Beratapkan Solar Panel

Mirza menjelaskan, data merupakan bagian terpenting bagi BI untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat. Oleh karena itu, BI membutuhkan informasi yang akurat dan cepat, termasuk juga data dalam sektor properti.

"BI ini hidupnya dengan data. Full of data. Kalau REI setiap harinya kejar angka penjualan, kami tiap hari hidupnya dengan data. Data adalah jantungnya BI untuk ambil keputusan," ujar Mirza dalam sambutannya di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Dengan demikian, dia pun meminta lewat kesepakatan ini REI benar-benar bisa bekerjasama sama memberikan data yang primer dan akurat, sehingga, data BI pun bisa lengkap baik primer mauoun sekunder yang didapatkan dari hasil survei BI terhadap perbuahan harga properti di Indonesia.

Baca Juga: Tahun Ini REI Bangun 15.000 Rumah di Riau

Dengan informasi yang lebih menyeluruh baik dari sisi pelaku industri properti, konsumen, maupun perbankan diharapkan kebijakan yang ditetapkan BI pun dapat berdampak optimal bagi kinerja properti yang lebih sehat dan kuat, yaitu akselerasi pertumbuhan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan.

"Initinya adalah BI mengambil kebijakan itu perlu data dan untuk itu kami mohon agar kerjasama ini bisa diimplementasikan, tidak hanya tertulis. Kalau data-data itu (primer dan sekunder) itu enggak bisa didapatkan, hanya setengah-setengah, maka kebijakannya juga enggak bisa keluar. Jadi ini simbiosis mutualisme, saling perlukan satu sama lain," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum REI, Soelaeman Soewaminata menambahkan, kerjasama ini menjadi hal yang baik untuk REI dan BI. Dirinya pun meminta setiap anggota REI bisa memberikan data yang akurat.

"Hari ini kami bangga bisa kerjasama dengan BI, tolong anggota REI bisa berikan data akurat dan benar mengenai industri properti kita semuanya," ujarnya.

Soelaeman menyebutkan, saat ini anggota REI terdiri dari 4.500 perusahaan. Di mana 3.500 di antaranya merupakan pengembangan yang bergerak di rumah subsidi, sedangkan 1.000 lainnya begerak di seluruh properti di Indonesia.

Dengan kerjasama pemberian data ini, kata dia, sangat baik untuk mendorong perekonomian dalam negeri.

"REI bisa bersama-sama dengan BI mendapatkan kerjasama riset ini adalah hal yang sangat baik bagi negeri kita. Dari pihak BI bisa kasih kebijakan baik dan akurat, sehingga apa yang dikeluarkan bisa beri pengaruh dan bisa begerak mendorong ekonomi lebih maju lagi. Ini sumbangsih kami pada negeri ini," jelasnya.

Untuk diketahui, selain pertukaran data dan informasi, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui focus group discussion, penelitian bersama, seminar, dan sosialisasi, serta kerja sama lainnya yang disepakati BI dan REI.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini