JAKARTA - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) hari ini resmi tercatat di pasar modal. Anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tersebut melepas sebanyak 2.623.350.600 atau setara dengan sebesar 27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdananya.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklarifikasi adanya pemberitaan bahwa untuk menempuh Tol Jakarta-Surabaya harus menyiapkan uang hingga jutaan Rupiah. Ditegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.
Di sisi lain, Pemerintah siapkan pengganti hari cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masuk saat cuti bersama Lebaran. PNS dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.
Baca Juga : Saham BRIsyariah Naik 19,61% di Debut Perdana
Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:
Yusuf Mansur Borong Saham BRIsyariah
Presiden Direktur PT Bahana Sekuritas Feb Sumandar yang bertindak sebagai salah satu penjamin emisi mengatakan, dari total jumlah yang dilepas ke pasar pada masa penawaran umum, sebagian di antaranya diborong oleh Ustad Yusuf Mansur dan jamaahnya.

Sebagaimana diketahui, ustad kondang tersebut mendorong sekaligus memfasilitasi pembelian saham BRIsyariah, melalui PayTren Aset Manajemen dan Koperasi Indonesia Berjamaah (Kopindo) Syariah.
"Angkanya enggak bisa, tapi bagus lah. Tapi kalau 20% enggak ya. Tapi ya dia memang kita kasih alokasi. Kurang lebih (belasan persen)," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Baca Juga : BRI Syariah Melantai di Pasar Modal Hari Ini
Feb menuturkan, Yusuf Mansur juga membeli saham dengan kode BRIS itu secara individual. Dia mengakui bahwa ajakan Yusuf Mansur kepada para jamaah tersebut memberikan imbas positif bagi proses initial public offering (IPO) BRIsyariah.
"Total angka harus cek tapi okelah beliau sangat membantu membantu proses IPO ini. Bukan cuma angka, tapi bagaimana beliau memberikan pencerahan kepada masyarakat berinvestasi di saham syariah bagus. Itu yang kita apresiasi," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional BRISyariah Wildan mengatakan, ajakan Yusuf Mansur tersebut menjadikan IPO perseroan menjadi IPO dengan pemegang saham terbesar.
"Masyarakat di ritel juga cukup banyak, kemarin informasinya 6.037 pemegang saham ritel, itu pemegang saham terbesar selama ipo," kata dia.
(feb)