nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Dampaknya Pembangunan Proyek Strategis Nasional

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 19:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 320 1921083 begini-dampaknya-pembangunan-proyek-strategis-nasional-gNUoKKqVnE.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang memberi dukungan penuh terhadap rencana strategis nasional yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang. Di antaranya adalah pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan pembangunan beberapa ruas jalan tol.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan rencana strategis nasional yang saat ini sedang berjalan adalah perluasan Bandara Soekarno-Hatta serta rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 di Kecamatan Pakuhaji dan jalan Tol Pantai Utara Tangerang dan jalan Tol Serpong-Balaraja.

"Pembangunan di Kabupaten Tangerang terus berkelanjutan, kami tidak bisa berdiam diri," ujar Maesyal di Tangerang, Rabu (11/7/2018).

 

Menurut Maesyal, program pembangunan tersebut memiliki dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Perluasan bandara misalnya, pemerintah daerah turut andil dalam membantu menyediakan lahan bagi domisili baru warga. "Kami tidak mungkin menolak warga untuk domisili baru mereka (setelah ada perluasan bandara) mereka mencari lahan dekat dengan asal tempat tinggal lama," kata Maesyal.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu kawasan industri, niaga, hotel, jasa kargo infrastruktur lainnya dalam menopang pertumbuhan ekononi dan penduduk agar terciptanya lapangan pekerjaan baru.

"Sehingga pemerintah daerah turut andil dalam penyediaan ruang." ujar Maesyal.

 

Maesyal juga mengatakan dengan lapangan kerja terbuka, industri tumbuh berkembang maka dibutuhkan pula infrastruktur jalan untuk mengatasi kemacetan terutama di wilayah Pantura.

Perkembangan itu kata Maesyal harus direspons cepat, termasuk adanya perubahan tata ruang di wilayah tersebut. "Perubahan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang saat ini berjalan sesuai koridor dan disesuaikan dengan perkembangan Ibu Kota Negara, Jakarta karena jaraknya berdekatan," kata Maesyal.

Perubahan tata ruang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan kawasan industri untuk menumbuhkan industri baru. Karena kawasan lahan peruntukan industri saat ini sudah dimanfaatkan.

Menyangkut tata ruang, kuasa hukum Pemkab Tangerang Deden Syuqron memastikan jika pembangunan yang ada di Kabupaten Tangerang saat ini sudah sesuai peruntukan dan mengacu kepada peraturan daerah yang ada yakni Perda nomor 13 tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang 2011-2031 dan diperkuat oleh Perda nomor 5 tahun 2017 Pemerintah Provinsi Banten tentang perubahan atas Perda Provinsi Banten No 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030.

Deden juga menyatakan secara yuridis, alih fungsi lahan hanya terjadi apabila telah ditetapkan sebelumnya dalam Perda/ Perbup sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Karenanya di Kabupaten Tangerang tidak dapat dikualifikasi adanya alih fungsi lahan dari pertanian ke industri/ perumahan misalnya.

"Bagaimana ada alih fungsi lahan kalau Pemkab belum menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Yang benar adalah “telah adanya perubahan tata ruang dari peruntukan ruang pertanian menjadi peruntukan non pertanian, dari peruntukan ruang industri menjadi perumahan dan lain-lain," kata Deden.

Kenapa belum ditetapkan karena kata Deden Kabupaten Tangerang ini secara geografis dekat dengan ibu kota negara dan masuk kawasan strategis Tata Ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini