
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), Fahmy Radhi, menyarankan Pertamina tetap menggandeng Chevron untuk mengelola Blok Rokan. Hal itu meringankan beban keuangan Pertamina sekaligus memanfaatkan teknologi CPI yang sudah lebih berpengalaman mengelola Blok Rokan.
”Kedua perusahaan bisa saling cost sharing, profit seharing, dan risk sharing. Ini akan meringankan beban Pertamina,” kata Fahmy.
Dia mengatakan, mencari partner bisnis pengelolaan blok migas merupakan hal wajar di industri migas.
Keuntungan lain jika Pertamina tetap menggandeng Chevron ialah bisa tetap melibatkan pekerja sebelumnya yang sudah berpengalaman mengelola Blok Rokan. “Karena SDM menentukan kinerja produksi. Pasti pemerintah meminta kepada Pertamina menjaga produksi,” kata dia.