"Oleh karena itu Bu Menteri (BUMN Rini Soemarno) mengkroscek dengan Pertamina dan (Pertamina) menyampaikan bahwa kami tidak siap untuk melakukan dua kali kenaikan dalam waktu satu hari. Jadi perlu waktu," katanya.
Sebelumnya pemerintah berencana menaikkan BBM jenis Premium dari Rp6.550 per liter menjadi Rp7.000 per liter. Soal pertimbangan nominal kenaikan ini, Harry menyatakan, Kementerian BUMN juga belum mengetahui. "Kalau dari Kementerian BUMN enggak tahu pertimbangan itu," imbuh dia.
Harry memastikan bila Rini memang sudah berkoordinasi dengan Jonan untuk menunda kenaikan BBM bersubsidi ini. "Menteri BUMN sudah koordinasi dengan Pak Jonan dan meminta untuk menunda dan mengkroscek persiapan Pertamina, dan Pertamina belum siap," jelas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.