nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Dapat Komitmen Investasi di Bidang Infrastruktur Rp202 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 10:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 320 1963004 indonesia-dapat-komitmen-investasi-di-bidang-infrastruktur-rp202-triliun-HxZKmqeAkz.jpg Menteri BUMN di IMF-World Bank (Foto: KBUMN)

BALI - Pemerintah lewat 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan penandatanganan investasi dan pembiayaan dengan investor untuk mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia. Ini merupakan langkah konkret memaksimalkan agenda IMF-World Bank Annual Meeting 2018 yang dihadiri investor dari seluruh dunia.

"Siang ini, kami menyaksikan kerja sama antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan untuk 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai USD13,5 miliar atau setara Rp202 triliun," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, Bali, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: Presiden Jokowi Ibaratkan Kondisi Ekonomi Global seperti Game of Thrones

Berdasarkan jenis investasi, Rini melanjutkan, ada strategic partnership memberikan kontribusi hampir 80% dari total nilai penandatanganan. Selebihnya adalah project financing dan pembiayaan alternatif pasar modal.

Baca Juga: Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo: Fintech Harus Konstruktif dan Positif, Jangan Ciptakan Pengangguran

"Jadi mencakup sektor migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, dan manufaktur," ujarnya.

Adapun kerjasama investasi dan pembiayaan yang ditandatangani adalah sebagai berikut:

1. Strategic Partnership senilai antara PT GMF AeroAsia Tbk dan Airfrance Industries serta KLM Enginering & Maintenance

2. Partnership senilai USD500 juta antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia

3. Peluncuran penawaran kerjasama strategis bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II (Persero) kepada investor, senilai hingga USD500 Juta

4. Strategic Partnership senilai USD100 juta antara PT Pindad (Persero) dan Waterbury Farrel

5. Strategic partnership senilai USD320 juta antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty. Ltd

6. Strategic Partnership senilai USD850 juta antara PT Inalum (Persero), Antam dan Aluminium Corporation of China Limited

7. Kerjasama senilai USD500 juta antara PT KAI (Persero), PT INKA (Persero) dan Progress Rail (Caterpillar Group)

8. Kerjasama senilai USD185 juta antara PT Boma Bisma Indra (Persero) dan Doosan Infracore serta Equitek

9. KIK-Dinfra senilai USD112 juta oleh PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta pernyataan efektif OJK

10. RDPT PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai USD224 juta

11. Kerjasama investasi senilai USD6.5 miliar antara PT Pertamina (Persero) dan CPC Corporation

12. Kerjasama investasi senlai EUR150 juta antara PLN dan KfW

13. Kredit investasi Senilai USD523 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru - Dumai

14. Asset monetization senilai USD336 juta oleh Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, SMI

15. Kredit Sindikasi USD684 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan SMI

16. Investasi senilai USD310 juta antara Menjangan Group, ITDC dan Amorsk Group

17. Investasi senilai USD198 juta antara PT Wijaya Karya (Persero), ITDC dan Menjangan Group

18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai USD248 Juta

19. Kerjasama Hedging nilai tukar berbasis Syariah senilai USD128 juta antara PT SMI dan Maybank

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini