nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos IMF Obral Pujian buat Indonesia Selama Pertemuan di Bali, Apa Saja?

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 15 20 1964258 bos-imf-obral-pujian-buat-indonesia-selama-pertemuan-di-bali-apa-saja-RbdlFpgCHW.jpg Pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali (Foto: KBUMN)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF)-World Bank (WB) Christine Lagarde banyak mengumbar pujian bagi Indonesia dalam pertemuan IMF-WB 2018 yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Tidak tanggung-tanggung, pujian itu dilontarkan Lagarde di depan para delegasi negara-negara lainnya.

Pujian itu disampaikan, baik yang berkaitan dengan pertemuan IMF-World Bank 2018 maupun sikap pemerintah Indonesia terhadap bencana alam yang berkali-kali menimpa Tanah Air. Berikut beberapa fakta Christine Lagarde berikan pujian untuk Indonesia dirangkum Okezone Finance.

1. Indonesia Saat Ini Tidak Butuh Bantuan Pinjaman

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memastikan, Indonesia saat ini tidak membutuhkan bantuan maupun pinjaman dari IMF.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya,” kata Lagarde seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank Sukses, Menko Luhut Goyang Dangdut meski Tak Tahu Lagunya

Lagarde menilai, ekonomi Indonesia saat ini telah dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan rekan-rekan mereka.

Sementara itu, Meskipun menjadi tuan rumah Annual Meeting Indonesia Monetary Fund (IMF)-World Bank Group, di Bali, 8-14 Oktober, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia tidak akan memanfaatkan forum itu untuk meminta pinjaman dana dari IMF.

2. Apresiasinya Pemerintah Indonesia yang Menangani Bencana dengan Cepat dan Baik

Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde pada hari pertama rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WB mengunjungi Desa Guntur Macan pada hari Senin 8 Oktober 2018. Guntur Macan adalah salah satu desa terdampak gempa yang terparah pasca gempa pada Juli-Agustus lalu.

Baca Juga: Tuan Rumah Pertemuan IMF-World Bank 2021, Maroko Belajar dari RI

Dia pun berkesempatan jajan gorengan berupa pisang goreng. Tetapi gorengan ini merupakan gorengan spesial. Sebab, dijajakan oleh seorang ibu korban gempa Lombok.

Pada kesempatan itu, Lagarde berbicara langsung dengan para korban gempa bumi di Desa Guntur Macan. Lagarde juga menyaksikan para ibu mengolah kedelai untuk dijadikan tempe. Dia menyatakan apresiasinya terhadap pemerintah Indonesia yang menangani bencana Lombok dan Sulawesi dengan cepat dan baik.

“Kami mengagumi penanganan yang dilakukan pemerintah, melihat anak-anak bisa kembali ke sekolah agar bisa mencapai apa yang dicita-citakan menjadi ilmuwan dan ahli di bidangnya masing-masing,” katanya.

(Feb)

3. Masyarakat Indonesia Berani Untuk Bangkit

Christine Lagarde sempat menyatakan belasungkawanya kepada setiap korban bencana di Indonesia. Seperti diketahui, terjadi beberapa bencana gempa di Indonesia yakni Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemudian Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Lalu yang baru saja terjadi pada dini hari di Situbondo, Kabupaten, Jawa Timur dengan kekuatan 6,3 skala richter.

Dia juga menyatakan sudah melakukan kunjungan langsung terhadap korban gempa di Lombok, Bali beberapa waktu lalu. Di lain waktu pihak IMF juga sudah melakukan kunjungan langsung ke Sulawesi Tengah, melihat kondisi wilayah pasca gempa. Lagarde mengaku melihat kondisi wilayah yang hancur pascagempa. Namun dirinya juga melihat keberanian masyarakat Indonesia untuk bangkit. Lagarde menyatakan, dirinya akan selalu ada bersama untuk masyarakat Indonesia.

"Kami lihat kehancuran, tapi kami lihat keberanian masyarakat setempat. Kami berusaha menolong dengan berbagai cara. Kami berdiri bersama anda," ungkapnya.

Dia meyakini, Indonesia bisa menghadapi keadaan buruk tersebut. "Di ruangan ini tentu banyak orang Indonesia. Semangat solidaritas, keberanian, juga mendemonstrasikan sebuah negara bisa menghadapi keadaan buruk, Indonesia memiliki hal itu," pungkasnya.

4. Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Ekonomi Global Jauh Lebih Baik

Direktur Pelaksana IMF-WB Christine Lagarde kali ini menyatakan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak ekonomi global jauh lebih baik dari negara berkembang lainnya.

Dia menjelaskan, pada saat ini ekonomi global berada di situasi yang terdampak akibat kebijakan pengetatan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal reserve (The Fed), kemudian juga akan disusul dengan pengetatan moneter di negara maju lainnya seperti Bank Sentral Eropa.

Menurutnya, perekonomian Indonesia memiliki nilai yang luar biasa. Pasalnya, di tengah kondisi perekonomian global, data ekonomi domestik dalam kondisi baik.

"Kami melihat bauran kebijakan ini tidak menular. Untuk bisa melihat posisi Indonesia berada di mana, ada peningkatan signifikan dan ada penilaian untuk Indonesia, excellent (luar biasa)," terang dia.

(Feb)

5. Rekam Jejak Kondisi Perekonomian Indonesia Selalu Baik Setiap Tahunnya

Christine Lagarde melihat kondisi perekonomian Indonesia sudah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam kebijakan moneter, fiskal, memiliki rekam jejak yang baik. Adanya penurunan tingkat kemiskinan di bawah 11%, pertumbuhan ekonomi yang di atas 5%, serta laju inflasi yang terus terjaga sesuai sasaran.

Meski memang, dalam nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi akibat penguatan dari dolar AS. Namun hal ini juga terjadi di seluruh negara di dunia, tak hanya Indonesia.

"Juga kalau lihat solidaritas dari perbankan terstrukturisasi. Utang rekam jejaknya baik. Ini hal yang bagus. Ada apresiasi dari kebijakan dan kedisiplinan yang baik dan keinginan untuk mendorong ekonomi ini daripada kehilangan arah," pungkasnya.

6. Terkesima dengan Perkembangan Industri, Pariwisata higga Fintech Indonesia

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengaku sangat terkesan melihat perkembangan industri strategis, pariwisata dan financial technology Indonesia. Hal tersebut diutarakannya ketika mengunjungi Indonesia Pavilion yang terdapat di area utama Pertemuan Tahunan IMF-WB.

“Saya senang Indonesia bisa membangun pesawat sendiri dan bisa mengekspornya ke luar dengan menggunakan material sendiri,” ujar Lagarde ketika mengunjungi area showcase manufacture seperti dikutip keterangan tertulis Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Lagarde juga terpukau ketika melihat miniatur proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Wanita asal Prancis itu sempat mengungkapkan ketertarikannya dengan KEK Mandalika setelah mengetahui wilayah ini terbebas dari kerusakan saat gempa mengguncang Lombok pada Agustus lalu.

Tak hanya terkesima dengan pembangunan infrastruktur dan wisata Indonesia, Lagarde juga menunjukkan perhatiannya ketika menyambangi para pengrajin batik, lukis kipas dan tenun di area Workshop. Dia bahkan sempat berinteraksi langsung dengan para pengrajin lukis kipas.

Kemudian Antusiasme Lagarde dengan Indonesia juga ditunjukkan saat dia melihat hasil kerajinan tangan dari kekayaan alam Indonesia. Dia terlihat banyak mengajukan pertanyaan tentang perhiasan berbahan perak dan mutiara yang dipamerkan.

Dalam kesempatan itu, Lagarde juga mengungkapkan kekagumannya setelah mengetahui bahwa pengunjung Paviliun Indonesia dapat mengetahui langsung harga produk-produk yang ditampilkan dalam area UMKM melalui aplikasi smartphone. “Ini bagus sekali. Sangat fintech. Kalian selangkah lebih maju,” tutur Lagarde.

(Feb)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini