MNC Asset Management Paparkan Outlook 2019 ke Asosiasi Dana Pensiun Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 320 1971329 mnc-asset-management-paparkan-outlook-2019-ke-asosiasi-dana-pensiun-indonesia-yWQaHXzuhe.jpg MNC Asset Jelaskan soal Capital Market Outlook 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - MNC Asset Management bekerjasama dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Komisariat Daerah (Komda) III Jakarta 1. Kepada 60 dana pensiun (Dapen) dijelaskan mengenai Capital Market Outlook 2019.

Sebagai perusahaan manajer investasi, MNC Asset Management telah mengelola dana dari berbagai Dana Pensiun yang tergabung dalam ADPI Komda III Jakarta 1. Oleh karena itu MNC Asset Management diberikan kepercayaan untuk menjelaskan perkembangan pasar modal saat ini dan outlook di tahun 2019.

Baca Juga: Berpartisipasi dalam HUT ADPI, MNC Asset Incar 37% Dana Pensiun

CEO MNC Asset Management Frery Kojongian mengatakan, bahwa pihaknya melihat kondisi pasar modal tahun 2019 cenderung lebih positif untuk ekuitas dengan mempertimbangkan nilai wajar posisi IHSG saat ini, serta kinerja emiten yang berpotensi tumbuh positif.

"Sedangkan untuk fixed income lebih netral dengan pertimbangan tren kenaikan suku bunga global dan nilai tukar rupiah yang relatif melemah," ujarnya di Wisma Purna Batara, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Dia menjelaskan, tantangan utama yang harus dihadapi semua pihak hingga tahun depan antara lain tren naiknya suku bunga global, risiko perang dagang Amerika dan Cina yang berlanjut.

"Di mana juga, adanya kondisi politik menjelang Pilpres 2019, serta defisit membengkak akibat naiknya harga minyak dunia," jelasnya.

Baca Juga: MNC Asset Management Sabet 4 Penghargaan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2018

Dia menambahkan, dengan adanya pemaparan komprehensif Capital Market Outlook 2019 kepada ADPI Komda III Jakarta 1 ini, merupakan bentuk komitmen MNC Asset Management untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah institusi.

"Serta sebagai wujud nyata dalam mengembangkan industri investasi reksa dana di Indonesia," ungkapnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini